AKKII Sempat Khawatir dengan Perdagangan Karang Hias TKA

AKKII Sempat Khawatir dengan Perdagangan Karang Hias TKA

“Sekarang sudah jauh berkurang. Masih ada, tapi tidak signifikan lagi,”

AKKII Sempat Khawatir dengan Perdagangan Karang Hias TKA


Telegraf, Jakarta – Praktik dagang tenaga kerja asing (TKA) terutama dari Tiongkok di Indonesia sempat merambah sampai sektor kelautan dan perikanan, terutama karang hias. Para pelaku usaha mengetahui bahwa pelanggaran administrasi TKA tersebut, kendatipun transaksinya tidak dilarang. Praktik dagang TKA untuk komoditi karang dan ikan hias sempat marak pada awal tahun 2016 yang lalu. “Sekarang sudah jauh berkurang. Masih ada, tapi tidak signifikan lagi,” Suyatno dari Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII) mengatakan kepada Telegraf.

Sebagaimana pelanggaran administrasi TKA Tiongkok berujung pada deportasi. Jumlah keseluruhan mencapai 7.887 TKA yang menyalahi peraturan keimigrasian. Sebagian besar, yakni TKA tanpa izin kerja dan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas). Sebagian besar datang untuk bekerja, berbisnis dengan kedok perjalanan wisata. “Karena kelonggaran, TKA kurang terawasi. Contohnya di Bekasi, mereka langsung temui pembudidaya karang hias, ikan hias. Beberapa anggota kami (AKKII) sempat kewalahan.”

Kondisi ini tentunya tidak menguntungkan bagi pelaku usaha dalam negeri Indonesia. karena TKA terutama dari Tiongkok biasanya datang dengan modal besar. Mereka juga sudah mempelajari terlebih dahulu bagaimana kondisi di Indonesia.

Letak geografis wilayah Indonesia berada di kawasan tropis, komoditas kelautan dan perikanan di atas rata-rata negara lain. Termasuk spesies karang hias dengan berbagai jenis seperti Cynarina lacrymalis, Scolymia spp, dan lain sebagainya. Sebagian besar masih mengandalkan pengambilan langsung dari alam.

Sebagian lain, sudah banyak dibudidaya. “Kalau mereka bisa transaksi, dagang langsung, tapi kalau kami di negara mereka tidak boleh. Kalau memang menggunakan visa wisata, seharusnya hanya beraktivitas wisata. Tapi kalau sudah berbisnis, apalagi berasimiliasi dengan penduduk lokal untuk bisa berdagang, ini harus ditindak.” (S.Liu)


Atti K.

close