Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Airlangga: Kartu Prakerja Banyak Diingini Oleh Negara Berkembang
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Airlangga: Kartu Prakerja Banyak Diingini Oleh Negara Berkembang

Hanna Iffah Jumat, 17 Juni 2022 | 17:44 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas. FILE/BPMI/Rahmat
Photo Credit: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas. FILE/BPMI/Rahmat
Bagikan

Telegraf – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan program Kartu Prakerja adalah satu program Governement to People (GtoP), salah satu program paling masif yang ada, dibandingkan dengan negara lain sehingga banyak negara berkembang ingin mereplikasi Program Kartu Prakerja Indonesia.

“Dalam pertemuan UNESCO tadi malam di Marakaas, mereka mencari jalan untuk menghadapi tantangan the future of work terkait dengan transformasi digital, green economy, dari hampir seluruh negara yang memaparkan, yang paling siap dan sudah operasional Insyaallah dari Indonesia melalui Kartu Pra Kerja. Kemarin dalam pertemuan di Davos Menteri Labour dari Belanda dengan Perdana menterinya juga mengatakan bahwa mereka ingin melihat Kartu Prakerja dan itu bisa direplikasi di negara-negara berkembang lain,” kata Airlangga dalam acara Temu Raya #KitaPrakerja di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jumat (17/06/2022).

Airangga menuturkan, per hari ini tercatat sudah 12,8 juta perserta Kartu Prakerja dengan 95 persen telah menerima insentif. Program Kartu Prakerja juga menjadi bagian dari sustainable development goals (SDG’s) karena program itu dinikmati di 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Dari data yang masuk, 56 persen peserta Kartu prakerja tinggal di desa, 49 persen di antaranya adalah perempuan dan sekitar 3 persen adalah penyandang disabilitas.

Menurutnya, keberhasilan program Kartu Prakerja itu adalah menggabungkan supply juga demand dan seluruhnya dibentuk dalam ekosistem yang terus bergerak secara dinamis menggunakan database dan Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Kartu Prakerja itu didukung oleh 171 lembaga pelatihan, 6 platform digital, 6 mitra pembayaran, 3 portal kerja, dan 8 perguruan tinggi sebagai penilai dan pemantau.

“Pasar yang dibentuk dari pelatihan Kartu Prakerja selama dua tahun adalah pasar pelatihan yang nilainya sekitar Rp6 triliun dalam 1 tahun. Sebelum ada Program Kartu Prakerja pasar itu kosong, tidak ada pasar yang menangani digital education,” ujarnya.

Dari yang mengikuti program Kartu Prakerja, lanjut Airlangga, 30 persen yang sebelumnya menganggur kini telah bekerja atau berwirausaha, dan 90 persen terjadi peningkatan kompetensi, produktivitas dan daya saing.

Lalu, 606 persen peserta telah menggunakan sertifikasi Kartu Prakerja untuk mendapatkan pekerjaan. Sedangkan 27 persen dari penerima Kartu Pra Kerja belum pernah punya rekening bank. Tetapi 27 persen itu memilih menggunakan E-Wallet sehingga ini menjadi bagian dari program inklusi keuangan. Dari bantuan dana bagi peserta yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp2,4 juta, 70 persen untuk modal usaha.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?