Telegraf – Dalam upaya mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat, sebuah seminar daring (webinar) berskala nasional sukses diselenggarakan pada Kamis (09/04/2026). Mengusung tema “Pertahanan Semesta di Era Digital”, acara ini menyoroti pentingnya peran seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan negara di ruang maya.
Webinar yang digelar melalui platform Zoom ini tidak hanya bertujuan untuk mendorong optimalisasi internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, tetapi juga menjadi wadah sosialisasi terkait pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo. Acara ini juga diharapkan mampu menciptakan jaringan komunikasi dua arah yang efektif di tengah masyarakat.
Tiga tokoh ahli dari berbagai latar belakang hadir sebagai narasumber utama untuk mengupas tuntas isu pertahanan digital dari berbagai sudut pandang.
Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, yang tampil sebagai pembicara pertama, menekankan bahwa konsep pertahanan semesta kini telah berevolusi.
“Di tengah pesatnya teknologi, ancaman terhadap negara tidak lagi sekadar serangan fisik, melainkan menyusup melalui dunia maya dalam bentuk hoaks, propaganda digital, serangan siber, hingga pencurian data,” tegas Sarifah.
Ia menambahkan bahwa pertahanan negara kini bukan hanya monopoli aparat militer, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah, institusi pendidikan, hingga sektor swasta.
Senada dengan hal tersebut, Praktisi Komunikasi, Sadjan, menyoroti munculnya ancaman non-militer yang kerap tidak disadari oleh masyarakat luas. Menurutnya, meski teknologi membawa kemudahan global, ia juga menghadirkan celah kerawanan.
“Ancaman non-militer ini dapat memengaruhi stabilitas sosial, politik, dan keamanan negara. Bentuknya berupa informasi menyesatkan hingga manipulasi opini publik. Ini sangat sulit dikenali karena terjadi di ruang digital yang sangat luas,” papar Sadjan.
Sebagai solusi atas tantangan tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Serang, Fauzan Dardiri, menggarisbawahi pentingnya langkah strategis dan sinergi lintas sektor. Ia merumuskan beberapa poin krusial, di antaranya peningkatan literasi digital, penguatan sistem keamanan siber nasional, serta pengembangan talenta dan kemandirian teknologi digital.
“Dengan sinergi dan partisipasi aktif seluruh komponen bangsa, perkembangan teknologi tidak hanya berhenti sebagai tantangan, tetapi justru menjadi peluang emas untuk memperkuat ketahanan nasional kita,” ujar Fauzan.
Melalui penyelenggaraan acara ini, diharapkan kesadaran literasi digital masyarakat semakin meningkat, sekaligus menjadi pilar dukungan yang kuat bagi pemerintah dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia yang aman dan tangguh.