Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kapasitas Terbatas, Industri Asuransi Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Potensi Bisnis Migas
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Kapasitas Terbatas, Industri Asuransi Nasional Dinilai Belum Maksimal Serap Potensi Bisnis Migas

Atti K. Selasa, 10 Maret 2026 | 11:45 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Ilustrasi/Doc/Ist
Bagikan

Telegraf – Peluang bisnis asuransi dari peningkatan aktivitas industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia dinilai sangat besar. Namun, keterbatasan kapasitas permodalan serta kemampuan retensi risiko membuat industri asuransi nasional belum sepenuhnya mampu menangkap potensi tersebut secara optimal.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi “Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026: Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas”, yang mempertemukan pelaku industri migas dan sektor asuransi untuk membahas peluang serta tantangan di sektor tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Teknik 5, Dr. Diwe Novara, mengatakan keterbatasan modal menjadi salah satu faktor utama yang membatasi kapasitas retensi perusahaan asuransi domestik dalam menanggung risiko proyek migas yang bernilai besar.

“Dari sekitar 70 perusahaan asuransi umum, hanya sekitar 10 yang memiliki ekuitas di atas Rp1 triliun. Itu yang membuat kapasitas retensi industri masih menjadi tantangan,” ujar Diwe.

Menurutnya, untuk meningkatkan peran industri asuransi nasional dalam proyek migas, diperlukan penguatan ekuitas perusahaan, peningkatan kapasitas teknis sumber daya manusia, serta menjaga kepercayaan pasar reasuransi global terhadap industri asuransi Indonesia.

Diwe juga mendorong agar skema konsolidasi retensi nasional di sektor migas kembali diperkuat agar perusahaan asuransi dalam negeri dapat memiliki posisi yang lebih kuat dalam menangani risiko proyek energi skala besar.

Sementara itu, Kepala Divisi Perpajakan, Asuransi dan Perbendaharaan SKK Migas, Achmad Rezki Isfadjar, menilai potensi bisnis asuransi di sektor hulu migas sebenarnya sangat besar karena aktivitas investasi di sektor tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

“Kalau soal potensi, industri hulu migas itu besar sekali. Aktivitasnya terus ada, premi asuransinya juga ada. Spending dari kontraktor maupun industri pendukung lain juga besar. Tantangannya adalah bagaimana risiko dan kebutuhan asuransi industri hulu migas ini bisa menjadi market untuk rumah kita sendiri secara maksimal,” kata Rezki.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Dari sisi operator, VP Financing & Treasury PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Villia Sim menyebut kebutuhan asuransi di sektor energi akan semakin kompleks, terutama dengan munculnya proyek-proyek energi baru dan teknologi rendah karbon.

Menurutnya, proyek energi masa depan seperti Carbon Capture and Storage (CCS) maupun Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) akan membutuhkan skema perlindungan risiko yang berbeda dibanding proyek migas konvensional.

“Kita juga tidak mau ketinggalan seperti negara lain. Proyek-proyek baru seperti ini tentu membutuhkan dukungan asuransi, tidak hanya dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Adi Pramana, menjelaskan bahwa karakteristik risiko di sektor migas memang membuat perusahaan asuransi cenderung berhati-hati dalam menahan risiko.

“Di industri asuransi, risiko oil and gas dikenal sebagai low frequency, high severity. Kejadiannya jarang, tetapi sekali terjadi nilai klaimnya sangat besar. Karena itu banyak perusahaan memilih mereasuransikan risiko tersebut,” kata Adi.

Ia menambahkan bahwa pengalaman panjang dalam menangani risiko sektor migas menjadi faktor penting agar perusahaan asuransi nasional dapat meningkatkan keberanian dalam menahan risiko di dalam negeri.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa peningkatan produksi migas nasional tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka ruang bisnis besar bagi industri asuransi. Namun, tanpa penguatan kapasitas dan kolaborasi yang lebih kuat, peluang tersebut berpotensi masih lebih banyak dinikmati oleh pasar asuransi global.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?