Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ketua OJK Mahendra Siregar Dorong Inovasi Pembiayaan Alternatif untuk Industri Kreatif
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Ketua OJK Mahendra Siregar Dorong Inovasi Pembiayaan Alternatif untuk Industri Kreatif

Atti K. Senin, 28 April 2025 | 14:15 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit:Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam sambutannya pada acara NGOPI PAGI - NGObrolin Pengawasan Internal, PenguAtan Governansi, dan Integritas Bareng ARK di Jakarta, Selasa (5/2)/Doc/OJK
Bagikan

Telegraf— Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan pentingnya pengembangan instrumen baru dalam pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Ia menyoroti perlunya pendekatan alternatif dalam penilaian kredit, tidak hanya berbasis agunan konvensional, tetapi juga mengandalkan hak kekayaan intelektual dan prospek aktivitas ekonomi berbasis media sosial dan monetisasi jasa.

“Industri kreatif bisa memanfaatkan intelektual properti sebagai elemen untuk menggantikan agunan, serta menilai prospek aktivitasnya bukan hanya dari riwayat kredit, melainkan dari aktivitas di media sosial dan pemanfaatan jasa yang bisa dimonetisasi,” kata Mahendra dalam Konferensi Nasional dengan judul ” Peningkatan Nilai Tambah Ragam Keunggulan Daerah Melalui Sinergi Hilirisasi Agrikultur, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Mendukung Peluang Pendalaman Pasar Sektor Jasa Keuangan , Senin (28/4).

Lebih lanjut, Mahendra mengungkapkan bahwa OJK telah mengesahkan konsep agregasi jasa keuangan, yang memungkinkan pelaku industri kecil memperbesar volume usaha mereka melalui intermediary baru. “Ini adalah instrumen-instrumen baru yang melengkapi ekosistem pembiayaan, yang bisa menjadi disrupsi positif yang dibutuhkan industri kreatif, dan ke depan bisa meluas ke sektor lainnya,” ujarnya.

Mahendra juga menekankan bahwa OJK saat ini sedang merumuskan berbagai peraturan dan kebijakan untuk memperkuat dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM. “Kami berharap bapak-ibu sekalian bisa menganalisis dengan tajam elemen apa yang harus dipenuhi untuk membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif, terutama bagi sektor-sektor yang belum optimal mendapatkan akses dari lembaga jasa keuangan konvensional,” tambahnya.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Terkait kondisi perekonomian global, Mahendra menegaskan bahwa hingga kini OJK belum merevisi proyeksi pertumbuhan kredit nasional yang dipatok di kisaran 9% hingga 11% pada tahun ini. “Sampai saat ini, berdasarkan dialog dan update dari lembaga keuangan, kami belum memperoleh prakiraan adanya pertumbuhan yang lebih rendah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun rantai pasok pembiayaan yang solid, mulai dari produsen hingga ke pasar, untuk memastikan bahwa akses terhadap pembiayaan benar-benar efektif dan berkelanjutan. Mahendra menambahkan bahwa meskipun akses infrastruktur mempengaruhi kelancaran pasar, daerah terpencil tetap berpeluang mendapatkan pembiayaan berkat kemajuan layanan keuangan digital.

“Kondisi infrastruktur yang tidak merata tidak boleh menjadi alasan pembatasan akses pembiayaan. Saat ini, dengan pendekatan digital, proses analisis dan pemberian kredit dapat dilakukan secara online, tanpa harus bertatap muka,” katanya.

Mahendra menutup dengan harapan bahwa seluruh pihak, termasuk kantor-kantor OJK di daerah, dapat berperan aktif dalam memperkuat ekosistem pembiayaan berbasis potensi lokal, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh di tengah tantangan global.

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?