Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kesederhanaan Pemimpin Tinggi Vatikan, Paus Fransiskus Saat Kunjungi Indonesia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Kesederhanaan Pemimpin Tinggi Vatikan, Paus Fransiskus Saat Kunjungi Indonesia

Didik Fitrianto Selasa, 3 September 2024 | 19:35 WIB Waktu Baca 7 Menit
Bagikan
Paus Fransiskus (kiri) disambut oleh seorang pejabat Indonesia setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Indonesia, Selasa, 3 September 2024. AP Photo/Achmad Ibrahim
Bagikan

TELEGRAF – Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus tiba di Indonesia pada Selasa 3 September 2024. Paus bernama asli Jorge Maria Bergoglio ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 11.25 WIB dengan menggunakan pesawat komersial biasa berwarna biru milik maskapai nasional Italia, ITA Airways.

Dia nampak turun dari pesawat dengan menggunakan kursi roda dengan dikawal oleh tim pengamanan. Diketahui kondisi kesehatan Paus asal Argentina tersebut memang sudah menurun dikarenakan faktor usia, sehingga mengalami keterbatasan pada sejumlah aktivitas fisik.

Paus mendapat sambutan dari Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/DANU KUSWORO)

Di bandara, Paus mendapat sambutan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, dan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo.

Lalu Paus pun meninggalkan bandara dengan kendaraan sederhana, yakni menggunakan mobil SUV putih jenis Toyota Innova Zenix Hybrid berwarna putih dengan pelat nomor SCV 1. yang tak dilengkapi material antipeluru atau fitur standar keselamatan khusus dan mewah ala pemimpin negara-negara pada umumnya seperti seperti Merci atau Limousine atau mobil anti peluru yang biasa digunakan kepala negara saat kunjungan.

SCV 1. Pelat SCV ialah singkat dari Status Cvitatis Vaticanae atau negara kota Vatikan atau RI 1 jika di Indonesia.

Jika menulusuri spesifikasinya, Toyota Innova Zenix sendiri memiliki dua jenis. Ada yang berbahan bakar bensin, dan hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV). Adapun, Innova Zenix yang dipakai menjemput Paus Fransiskus yakni jenis HEV.

Berdasarkan situs resmi Toyota Astra, harga Innova Zenix Hybrid ini dibanderol mulai Rp477 juta hingga Rp630 jutaan.

Dari segi dimensi, Innova Zenix memiliki panjang 4.755 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.795 mm, dan jarak poros roda 2.850 mm. Mesin yang digunakan M20A-FXS 4 cylinders, in-line 16-Valve DOHC, chain drive Dual VVT-i.

Paus Fransiskus meninggalkan lokasi bandara dengan kendaraan sederhana yang disebut tanpa pengamanan, dia juga tak duduk pada kursi penumpang belakang. Dia justru duduk di sebelah sisi supir. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/Iwan Jayadi)

Dia akan melakukan berbagai kegiatan termasuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Selain itu, paus akan bertemu dan berdialog langsung dengan sejumlah perwakilan dan tokoh agama Indonesia. Bersama sekitar 80.000 umat Katolik Indonesia, Paus Fransiskus juga akan menggelar misa agung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis mendatang.

Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam rangkaian kunjungannya di Asia. Setelah itu, dia akan melawat umat Katolik di Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Paus Fransiskus juga menginap di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia di Jakarta selama berkunjung ke Tanah Air.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Padahal Paus Fransiskus yang merupakan Kepala Negara Vatikan sekaligus pemimpin umat Katolik dunia bisa saja dia menginap di hotel mewah dengan fasilitas yang lux dan premium.

Paus Fransiskus menerima karangan bunga yang diberikan oleh dua orang anak berpakaian tradisional, Mary Lourdes Wicaksono Atmojo dan Irfan Wael setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9/2024). INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/AGUS SUPARTO

Namun alih-alih di hotel mewah, Paus Fransiskus justru memilih menginap di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia.

Lantas apa yang menjadi alasan Paus Fransiskus memilih menginap di Kedutaan Besar Vatikan?

Wakil Koordinator Media Panitia Kunjungan Bapa Suci Fransiskus Anthonius Gregorius menjelaskan alasannya Paus Fransiskus yang memilih menginap di Kedutaan Besar Vatikan.

Kata Anthonius alasan Paus menginap di Kedutaan Besar Vatikan karena dia ingin tinggal di tempat dengan suasana yang sama dengan kediaman aslinya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignasius Jonan, bahwa mengabarkan Paus Fransiskus tidak akan menginap di hotel selama berada di Indonesia.

Paus Fransiskus (tengah) turun dari pesawat setibanya dari Vatikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (03/09/2024). ANTARA/Muhammad Iqbal

Berikut jadwal kegiatan Paus Fransiskus selama di Indonesia:

3 September 2024

Paus tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 11.30 WIB. Pada waktu ini, akan ada sambutan resmi dari Indonesia untuk sang Bapa Suci.

4 September 2024

Paus Fransiskus dijadwalkan akan mengunjungi Istana negara pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Paus Fransiskus akan berangkat dari Nunsiatur Apostolik (kedutaan Besar Vatikan di Jakarta) yang berada di Jalan Medan Merdeka Timur untuk menuju Ke istana Negara yang berada di Jalan Medan Merdeka Utara;

Pada pukul 16.00 WIB hingga selesai, Paus Fransiskus akan berkunjung ke Gereja Katedral. Paus Fransiskus akan berangkat dari Nunsiatur Apostolik menuju ke Gereja Katedral di Jalan Katedral. Paus Fransiskus akan berjumpa dengan kardinal, para uskup, para romo, dan suster.

Paus Fransiskus melambaikan tangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama kunjungan apostoliknya ke Asia, di Tangerang, Indonesia, 3 September 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

5 September 2024

Pada pukul 08.30 WIB hingga selesai, Paus Fransiskus akan berkunjung ke Masjid Istiqlal. Paus Fransiskus akan berangkat dari Nunsiatur Apostolik menuju ke Masjid Istiqlal.

Ia selanjutnya akan melakukan pertemuan dengan penerima manfaat organisasi amal di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekira pukul 10.15 WIB.

Pukul 17.00 WIB, Paus akan mengadakan misa akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kegiatan ini bakal dihadiri hingga 80 ribu umat Katolik.

6 September 2024

Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Papua Nugini. Ia akan berangkat dari Ibu Kota menuju Port Moresby sekitar pukul 09.45 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?