Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ganjar Tegaskan Tidak Ingin Ada Lagi Prajurit Yang Mati Sia-Sia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Ganjar Tegaskan Tidak Ingin Ada Lagi Prajurit Yang Mati Sia-Sia

A. Chandra S. Senin, 8 Januari 2024 | 11:48 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Kandidat Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Bagikan

Telegraf – Dalam debat capres semalam, Ganjar Pranowo menaruh keprihatinan yang dalam pada prajurit TNI yang gugur saat sedang operasi, seperti di Papua beberapa waktu lalu. Pada salah satu bagian, Ganjar antara lain mengatakan, jangan ada lagi prajurit yang mati sia-sia. Dalam pandangan Ganjar, perlu ada perencanaan operasi yang matang dan alutsista memadai, untuk menghindari peristiwa dimaksud berulang.

“Mas Ganjar sebagai anak anggota Brimob, bisa merasakan bagaimana beratnya tugas seorang prajurit TNI atau polisi, bila tiba-tiba gugur dalam tugas, bukan negara saja yang merasa kehilangan, adalah keluarga yang sejatinya lebih berat, karena prajurit yang gugur adalah tiang keluarga. Itu sebabnya Mas Ganjar menegaskan tentang arti penting pengadaan alutsista baru, bukan pesawat Mirage bekas, yang ujung-ujungnya bisa membahayakan awaknya,” kata Wakil Ketua TPN Ammarsjah Purba, (08/01/2023).

Pembelian alutsista yang benar-benar baru adalah bagian dari perencanaan strategis dan prinsip zero accident, yang sebenarnya sudah dimulai sejak era Soekarno dalam rangka Operasi Trikora awal 1960-an.

“Bila ada capres yang mengatakan pesawat dan kapal di era Soekarno adalah juga bekas, perlu dipertanyakan datanya, dan terlebih capres tersebut paham sejarah tidak. Pesawat tempur Indonesia di masa itu, adalah yang terkuat di belahan Bumi selatan, bagaimana mungkin memakai pesawat bekas,” imbuhnya.

Pasangan Ganjar-Mahfud memiliki konsep kemandirian dalam alutsista, agar Indonesia tetap berdaulat secara politik, berdasarkan pengalaman Indonesia yang pernah merasakan embargo suku cadang, khususnya pesawat tempur. Indonesia tidak bisa terlalu tergantung pada produk luar dan serba impor, itu sangat riskan, sanksi embargo sewaktu-waktu dapat ditimpakan kepada suatu negara.

Baca Juga :  Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

“Mas Ganjar akan memperkuat sinergi industri alutsista yang sudah ada, seperti PT Pindad, PT PAL, dan untuk perangkat elektronika ada PT Len Industri, termasuk sudah tersedianya SDM kita yang kompeten,” ujar Ammar.

Guna memperkuat pertahanan dan keamanan, Indonesia akan membentuk satuan siber yang padat teknologi digital, yang memiliki efek penguatan daya gentar (deterrent effect).

“Ganjar-Mahfud berkomitmen memordenisasi pertahanan SAKTI. Ganjar-Mahfud menginginkan transformasi pertahanan berdasarkan doktrin Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA) untuk membentuk Kekuatan Pertahanan Indonesia yang berdaya gentar dan dilengkapi dengan alutsista SAKTI (Perkasa dengan Keunggulan Teknologi 5.0),” bebernya.

Perang yang akan datang adalah perang siber, bukan lagi prajurit yang turun ke lapangan, dan itu sudah masuk 21 program prioritas Capres Ganjar.

“Seperti disampaikan Mas Ganjar semalam, harus ada perencanaan yang konsisten dan bottom-up dalam mengelola pertahanan, termasuk pembelian pesawat tempur. Berdasar masukan perwira matra udara senior, Mas Ganjar bilang, bila pesawat bekas tidak dibutuhkan, ya untuk apa pula dibeli, yang mungkin lebih pantas masuk museum,” tegas Ammar.

Ganjar yang berlatar belakang anak seorang anggota polisi berpangkat rendah, tidak melupakan aspek pendidikan anak prajurit dan perumahan.

“Perumahan prajurit harus diprioritaskan, agar mereka bisa bekerja dengan tenang. Juga ada keringanan biaya kuliah, bila perlu digratiskan, bagi anak-anak prajurit berpangkat rendah. Dari segi pendanaan, kiranya lebih bermanfaat membiayai pendidikan anak prajurit, ketimbang program makan siang gratis,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Politika

PSI Buka Suara Terkait Peresmian Bandara di Morowali Oleh Jokowi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?