Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Zulhas Kena Teguran MUI Terkait Candaannya Soal Gerakan Shalat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Zulhas Kena Teguran MUI Terkait Candaannya Soal Gerakan Shalat

A. Chandra S. Jumat, 22 Desember 2023 | 03:04 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang juga Ketua Umum PAN. AP Photo/Achmad Ibrahim
Bagikan

Telegraf – Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar meminta candaan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang juga Ketua Umum PAN salah satu partai pendukung dari pasangan Prabowo-Gibran, soal perkataan amin tidak dilebih-lebihkan untuk menjaga kondusifitas jelang Pemilu 2024.

Zulhas sendiri melontarkan lelucon yang mengaitkan situasi politik sekarang dengan gerakan shalat hingga pembacaan Al-Fatihah dalam rakernas APPSI. Video leluconnya itu pun menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial.

“Terakhir Pak Zulhas membuat candaan dengan mengait-ngaitkan orang yang sedang shalat karena cintanya pada paslon tertentu, kemudian tidak mau mengucapkan amin,” kata Anwar dalam keterangannya, (22/12/2023).

Menurut Anwar, merupakan hal biasa ketika para jemaah mengikuti shalat tidak menyebut bacaan amin di penghujung bacaan Al Fatihah. Pengasuh Ponpes Al-Amien Kediri ini pun meminta bacaan amin agar tidak dipolitisir oleh semua pihak dan tidak dicampuradukkan dalam politik.

“Jadi itu biasa saja, tidak ada urusannya sama Anies-Muhaimin. Tidak mengucapkan, tidak berarti shalatnya tidak sah, tidak ada urusannya sama politik. Bisa saja orang itu diam karena mulutnya sakit atau apa. Jadi nggak ada urusan, tidak ada larangan orang mengucapkan atau tidak dan tidak ada urusannya sama politik. Saya minta jangan mengait-ngaitkan amin dalam salat dengan AMIN, Anies Baswedan,” tegasnya.

Anwar meminta publik tidak melebih-lebihkan dan membuat polemik lebih panjang terkait candaan Zulhas soal bacaan amin dan jari saat tahiyat yang belakangan banyak dikritik.

Di samping itu, dia mengatakan saat ini suasana politik memanas karena banyak hal dikaitkan dengan politik. Oleh sebab itu, Anwar meminta semua pihak termasuk para capres-cawapres berhati-hati untuk tidak bercanda soal agama.

“Jadi MUI mengambil posisi memberi nasihat kepada para kiai, ulama, politisi juga kepada calon-calon presiden, cawapres untuk berhati-hati dalam menggunakan diksi-diksi agama,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, dalam candaannya, Zulhas mengatakan kini banyak kaum muslim yang yang enggan mengucapkan kata amin karena merujuk pada capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (disingkat AMIN).

“Kalau shalat Maghrib baca Al-Fatihah Walad Dhollin ada yang diam sekarang Pak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu,” klaim Zulhas.

Tidak berhenti sampai di situ, kelakar Zulhas kemudian berlanjut ke gerakan shalat dalam rakaat terakhir yakni tahiyatul. Sebagaimana diketahui, salah satu gerakan shalat adalah mengacungkan jari telunjuk ke arah depan. Akan tetapi, Zulhas justru mengolok-oloknya menjadi gerakan dua jari sebagai dukungan kepada paslon nomor 2.

“Itu kalau tahiyatul akhir kan satu jari pak, sekarang maunya dua jari pak,” kata Zulhas.

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?