Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Atikoh Cerita Soal Toleransi di Depan Ribuan Umat Lintas Agama Surabaya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Atikoh Cerita Soal Toleransi di Depan Ribuan Umat Lintas Agama Surabaya

Maharani Ardini Rabu, 20 Desember 2023 | 21:19 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Atikoh Ganjar saat hadiri acara Pertemuan Umat Lintas Agama di Surabaya, Rabu (20/12/2023). FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Siti Atikoh Supriyanti mengaku pernah diragukan soal sikapnya terhadap perbedaan agama. Atikoh mengatakan, sejak kecil ia sudah mengenal toleransi beragama karena memiliki teman berbeda agama.

Hal itu disampaikan Atikoh saat hadir pada Pertemuan Umat Lintas Agama di Surabaya, Rabu (20/12/2023). Mulanya, Atikoh membahas soal Sumpah Pemuda, yang menjadi bukti bahwa berdirinya republik ini bukan karena peran satu kelompok , tetapi dari berbagai kelompok yang saling bahu membahu.

“Kemarin saya ke Rengasdengklok (rumah pengasingan Bung Karno) sama Mas Ganjar, ternyata pemilik rumahnya itu WNI keturunan. Jadi kalau ada yang ingin homogenitas, itu adalah orang yang mencoba membelokkan sejarah,” tegasnya.

Atikoh kemudian mengatakan, bahwa rekam jejak sang suami, Ganjar Pranowo soal kebhinekaan dan toleransi beragama juga bisa dilihat semasa memimpin Jawa Tengah.

“Kami selalu membersamai dan melindungi seluruh kelompok masyarakat untuk bisa beribadah secara aman, nyaman dan merdeka,” ucap Atikoh disambut gemuruh tepuk tangan umat lintas agama yang hadir.

Atikoh juga membahas perjuangan Ganjar agar umat Buddha dan Hindu dapat beribadah di Candi Borobudur dan Prambanan tanpa diperlakukan bak wisatawan. Untuk tempat ibadah lain, kata Atikoh, juga diupayakan dengan baik di Jateng.

“Sehingga tidak ada namanya mayoritas minoritas, karena semua memiliki hak sama untuk ibadah dan mendekatkan diri pada sang khalik,” tegasnya.

Baca Juga :  Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Atikoh juga bercerita, bahwa dirinya pernah diragukan sikap kebhinekaan dan toleransinya. Hal ini dikarenakan penampilannya yang berhijab serta latarbelakang keluarganya yang religius.

“Tapi sejak kecil saya punya teman akrab yang berbeda agama. Justru dengan dia, saya sering ditanya diingatkan, sudah salat atau belum. Begitu pun sebaliknya, jadi keberagaman itu indah,” ucapnya.

Seperti diketahui, Siti Atikoh adalah cucu dari Kiai Hisyam Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin di Pedukuhan Sokawera, Desa Kalijaran, Karanganyar, Purbalingga. Kiai Hisyam dikenal sebagai Rais Syuriah PCNU Purbalingga pada 1973-1983 di wilayah Purbalingga, Jawa Tengah.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Politika

PSI Buka Suara Terkait Peresmian Bandara di Morowali Oleh Jokowi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?