Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Menkeu Sebut Geopolitik Global Pengaruhi Harga Komoditi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Menkeu Sebut Geopolitik Global Pengaruhi Harga Komoditi

Hanna Iffah Senin, 30 Mei 2022 | 17:17 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani paparkan aksi pencegahan korupsi di bidang keuangan negara. FILE/KLI/Agus
Photo Credit: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat paparkan aksi pencegahan korupsi di bidang keuangan negara. FILE/KLI/Agus
Bagikan

Telegraf – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi global saat ini berlangsung tidak mulus dan mudah.

Menurutnya, berbagai negara tengah dihadapkan pada risiko konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang telah memicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan di level global.

“Ini menciptakan beban tambahan dari gangguan rantai pasok yang menyebabkan aktivitas ekonomi melambat,” katanya dalam talkshow Neraca Komoditas di acara LNSW Fest 2022, Senin (30/05/2022).

Ia menjelaskan, lonjakan harga komoditas energi dan pangan telah menyebabkan meningkatnya inflasi. Untuk meredam inflasi beberapa bank sentral di negara maju mengambil langkah dengan melakukan pengetatan kebijakan moneter yang lebih tinggi dan cepat.

Pengetatan kebijakan moneter, menjadi risiko yang patut diwaspadai dan dikelola dengan hati-hati oleh semua sistem keuangan dan lembaga keuangan. Bahkan risiko ini pun turut menghampiri Indonesia.

“Secara global, perekonomian dunia saat ini menghadapi tingkat yang sangat berbeda, inflasi yang tinggi, tingkat suku bunga yang tinggi, pengetatan kebijakan moneter dan likuiditas serta prospek melemahnya pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Bagi Indonesia sendiri, menurut dia, meskipun inflasi masih tetap terkendali dalam batas yang dapat dikendalikan, namun fenomena ekonomi di level global perlu diwaspadai.

Selain terjaganya momentum pemulihan ekonomi dalam negeri, sisi keseimbangan eksternal juga menunjukkan ketahanan yang lebih tenang dengan neraca perdagangan yang mencatat surplus tinggi sepanjang waktu.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

“Tetapi kita harus sangat mewaspadai risiko ekonomi global yang meningkat ini, ekspektasi kenaikan suku bunga, serta pengetatan likuiditas pasti akan berimplikasi signifikan terhadap volatilitas sektor keuangan,” paparnya.

Menurut Sri Mulyani, sektor keuangan Indonesia tengah menghadapi disrupsi dan inovasi dalam hal ini berkaitan ekonomi digital dan keuangan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pesatnya implementasi teknologi digital di Indonesia sehingga dapat menciptakan peluang yang besar untuk jasa keuangan.

“Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu terus memperkuat pengawasan, dan juga perlindungan konsumen,” tegasnya.

Data Mc Kinsey menyebutkan, percepatan digital selama pandemi setara dengan tiga tahun adopsti teknologi. Bahkan transformasi digital ini diprediksi akan terjadi secara signfikan sehingga berdampak luas bagi perekonomian dan pemerintah serta masyarakat luas. Ekonomi digital di Indonesia juga diproyeksikan akan tumbuh secara eksponensial.

Berdasarkan laporan Southeast Asia, ekonomi digital Indonesia tumbuh 49% dari US$ 47 miliar pada tahun 2020 menjadi US$ 70 miliar di tahun lalu. Kenaikan ini juga dipicu anak usia produktif di Indonesia yang besar.

“Akselerasi transformasi digital diprediksi akan terus meningkat dan akan mencapai US$ 146 miliar tahun 2025. Ini tentu merupakan nilai atau volume tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya. Kedua, dengan tumbuhnya kesadaran dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan, membuka peluang bagi sektor jasa keuangan,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?