Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kim Jong Un Culik Pria AS, Untuk Dijadikan Guru Bahasa Inggrisnya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Kim Jong Un Culik Pria AS, Untuk Dijadikan Guru Bahasa Inggrisnya

Telegrafi Selasa, 6 September 2016 | 05:52 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Kim Jong Un
Kim Jong Un | metro.co.uk
Bagikan

Kim Jong Un | metro.co.uk

 

Korut, Telegraf – Dua belas tahun berlalu, keluarga David Sneddon dapat bernapas lega karena anak yang menghilang saat sedang berkunjung ke China pada 2004 tersebut akhirnya ditemukan masih hidup di Korea Utara.

Ternyata, selama ini ia diculik pemerintah Pyongyang untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada sang pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un.

Kisah panjang ini bermula pada 2004, ketika Sneddon menghilang di Provinsi Yunnan, China, saat masih berusia 24 tahun.

Saat itu, kepolisian mengatakan bahwa mahasiswa Brigham Young University tersebut tewas saat mendaki di Tiger Leaping George di dekat Sungai Jinsha pada 14 Agustus 2004. Namun, kepolisian tidak pernah menemukan jasadnya.

Namun, orang tua Sneddon, Roy dan Kathleen, tak begitu saja percaya laporan kepolisian yang mengatakan bahwa putra mereka jatuh ke sungai. Mereka pun tak pernah berhenti menuntut pemerintah Amerika Serikat untuk menyelidiki kasus anaknya ini.

“Di dalam hati, kami tahu bahwa ia masih hidup, jadi kami terus berusaha,” ucap Kathleen kepada Deseret News Utah kala itu, seperti dikutip The Independent.

Pekan lalu, Yahoo News Japan melaporkan bahwa Sneddon terlihat di Korut. Ia dilaporkan bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan hidup bersama seorang istri dan dua anak. Kementerian Luar Negeri AS akhirnya mengumumkan mereka akan mulai mencari Sneddon di Korut.

Kepala Persatuan Kealuarga Korban Penculikan, Chou Sun-yong, mengungkapkan bahwa seorang sumber mengatakan Sneddon sebenarnya diculik oleh pemerintah Korut untuk dipekerjakan sebagai tutor bahasa Inggris bagi Kim Jong-un yang kala itu merupakan pewaris tahta pemerintahan. (Ist/stu)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?