Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sutiyoso Terdepak, Kursi PKPI Pun Hilang dari Kabinet Jokowi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Sutiyoso Terdepak, Kursi PKPI Pun Hilang dari Kabinet Jokowi

Telegrafi Selasa, 6 September 2016 | 02:36 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Pergantian Kepala BIN dari Sutiyoso ke Budi Gunawan melenyapkan kursi PKPI, partai yang pernah dipimpin Sutiyoso, di Kabinet Kerja Jokowi
Pergantian Kepala BIN dari Sutiyoso ke Budi Gunawan melenyapkan kursi PKPI, partai yang pernah dipimpin Sutiyoso, di Kabinet Kerja Jokowi
Bagikan

Pergantian Kepala BIN dari Sutiyoso ke Budi Gunawan melenyapkan kursi PKPI, partai yang pernah dipimpin Sutiyoso, di Kabinet Kerja Jokowi | Ist

Telegraf, Jakarta – Komisaris Jenderal Budi Gunawan, jika tak ada aral melintang, akan segera menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Pergantian itu diprediksi berjalan mulus, tinggal menanti ketuk palu dari Dewan Perwakilan Rakyat usai uji kepatutan dan kelayakan terhadap BG –Budi Gunawan– rampung digelar.

Sementara BG bakal melenggang masuk Istana, nasib Sutiyoso yang terdepak belum diketahui. Mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus itu belum berbicara sepatah kata pun soal pergantian jabatannya pasca-surat pencalonan BG disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Ketua DPR Ade Komarudin.

Ia tak berkomentar, salah satunya, karena sedang tak di Indonesia. Sutiyoso termasuk dalam rombongan yang ikut Presiden Jokowi ke China untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Sutiyoso merupakan satu-satunya perwakilan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di pemerintahan Jokowi. Partai ini salah satu pendukung Jokowi-JK pada Pemilu Presiden 2014.

Kursi Kepala BIN yang selama ini digenggam Sutiyoso merupakan jabatan setingkat menteri. Ini posisi politis. Undang-Undang tidak mengatur masa jabatan Kepala BIN. Hanya Presiden yang berwenang mengangkat dan memberhentikan orang di posisi itu.

Berkaca pada dua perombakan kabinet sebelumnya, ketika Jokowi mencopot perwakilan partai dari kabinet, ia masih menempatkan satu orang lainnya dari partai yang sama, di kabinet.

Saat ini meski sejumlah personel kabinet berubah karena reshuffle, partai pendukung Jokowi seperti PDI Perjuangan, NasDem, Hanura, PKB, dan PPP masih memiliki perwakilan dalam Kabinet Kerja.

Jika dibandingkan dengan partai lain, jumlah perwakilan PKPI di kabinet selama ini memang paling sedikit, satu orang. Sama seperti Partai Persatuan Pembangunan yang “hanya” berhasil menempatkan Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin di kabinet.

Kini, kursi PKPI –yang tak lolos ambang parlemen– bahkan bakal nol di kabinet setelah Sutiyoso pergi.

Dulu ketika dicalonkan menjadi Kepala BIN oleh Jokowi, Sutiyoso amat bersyukur.

“Di politik itu biasa. Saya tujuh bulan tidak dapat apa-apa juga diam saja. Ini kan sudah dikasih kursi. Cukup satu saja (kursi untuk PKPI),” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Tujuh bulan tidak dapat apa-apa” yang dimaksud Sutiyoso itu ialah karena penunjukannya sebagai Kepala BIN memang dilakukan belakangan, beberapa waktu setelah para menteri dilantik Jokowi.

Sementara Kabinet Kerja dilantik 26 Oktober 2014, pencalonan Sutiyoso baru diajukan 10 Juli 2015, bersamaan dengan pencalonan Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, opsi memberikan pekerjaan baru atau tidak kepada Sutiyoso, masuk pertimbangan Jokowi.

JK, sapaan Jusuf Kalla, yakin Presiden memberikan keputusan yang tepat terkait Sutiyoso.

Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos kini berusia 71 tahun. Pria kelahiran Semarang, 6 Desember 1944 itu berumur 70 tahun saat dilantik menjadi Kepala BIN, 8 Juli 2015.

Pada umur itu, Sutiyoso termasuk salah satu orang tertua di antara mereka yang menyandang jabatan setara menteri di Kabinet Kerja.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Jokowi telah mempertimbangkan akan memberi penugasan khusus atau tidak kepada Sutiyoso.

“Pak Sutiyoso sudah dipanggil Presiden dan sudah diberikan arahan. Mengenai apa tugas yang diberikan kepada Pak Sutiyoso, hanya Presiden yang tahu,” ucap Pram.

Soal itu, kata Pram, baru Jokowi dan Sutiyoso yang tahu. (Ist/agk)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?