Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan Didesak Mundur
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan Didesak Mundur

A. Chandra S. Rabu, 24 November 2021 | 15:47 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Presiden Turki Recep Tayip Erdogan. REUTERS
Photo Credit : Presiden Turki Recep Tayip Erdogan. REUTERS
Bagikan

Telegraf – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan didesak mundur oleh oposisi akibat inflasi mata uang Lira yang semakin terpuruk, kekuasaannya kini dalam ancaman.

Menghadapi tekanan dari oposisi tersebut, Erdogan bersikeras tak akan menggelar pemilihan presiden dan parlemen lebih awal. Ditegaskan, pilpres dan pemilihan parlemen akan tetap dihadakan sesuai jadwal yakni Juni 2023.

“Mereka (oposisi) masih menyerukan pemilu lebih cepat. Tidak akan ada pemilu lebih cepat. Itu akan digelar Juni 2023. Menggelar pemilu setiap 15-20 bulan sekali hanya akan dilihat orang-orang bahwa kita ini bangsa primitif,” kata Erdogan, Selasa (23/11/2021).

Erdogan meminta seluruh jajaran partainya untuk bekerja lebih keras agar dapat terpilih dan memenangkan pemilu lagi. Ia optimistis AKP dan sekutu utamanya, Nationalist Movement Party (MHP) akan meraup suara mayoritas parlemen pada pemilu 2023.

Tak hanya itu, Erdogan juga bersumpah akan menggagalkan segala bentuk upaya sabotase ekonomi, politik, hingga militer menjelang seratus tahun usia Republik Turki berdiri pada 2023 nanti.

“Kami akan menyelesaikan perjuangan kami dengan cara terbaik dan kami akan memberikan masa depan yang sangat cerah dan baru untuk anak-anak kami,” imbuhnya.

Erdogan kini sedang menghadapi tekanan berat akibat penurunan nilai mata uang Lira yang anjlok hingga 15 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Oposisi di parlemen Turki menganggap inflasi ini membawa Turki ke dalam “malapetaka” paling gelap dalam sejarah.

Baca Juga :  AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

“Semua pemilihan sangat penting tetapi mengingat keadaan yang mempengaruhi Turki dan dunia, pemilihan 2023 akan menjadi sangat penting bagi Turki dan peran masa depannya di lingkungan yang lebih luas,” imbuhnya.

Pernyataan lebih keras dilontarkan oleh mantan Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, eks sekutu Erdogan. Ahmed menyatakan kebijakan ekonomi Erdogan merupakan bentuk “pengkhianatan dan bukan soal ketidaktahuan.”

Erdogan sendiri telah melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan Lira dan ekonomi Turki, antara lain dengan memangkas suku bunga bank sentral yang ia yakini dapat menggenjot ekspor, investasi, dan lapangan pekerjaan. Namun sebagian ekonom menilai penurunan suku bunga adalah kebijakan yang ‘sembrono’.

Erdogan yang telah memimpin Turki sejak tahun 2003 dinilai sebagai penyebab nilai Lira yang terus anjlok.

Beberapa pekerja di Turki mengatakan begitu mereka menerima gaji, mereka langsung menukarnya dengan mata uang asing.

Warga Turki yang selama ini dikenal sangat mengagumi Erdogan perlahan mulai gerah dengan krisis ekonomi yang terjadi di negaranya. Mereka mengatakan penurunan Lira telah menjungkirbalikkan anggaran rumah tangga dan rencana pada masa depan.

Netizen Turki mencurahkan keluh kesah mereka terhadap inflasi yang terus memburuk di media sosial. Topik “kami sedang tenggelam” hingga “pemerintah mundur” menjadi trending di Twitter Turki.

Photo Credit : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?