Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ekosistem Inovasi Industri dan Kondusifitas Percepat PEN
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Ekosistem Inovasi Industri dan Kondusifitas Percepat PEN

Hanna Iffah Rabu, 13 Oktober 2021 | 23:08 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FILE/Kemenperin
Photo Credit: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FILE/Kemenperin
Bagikan

Telegraf – Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan kinerja sektor industri di tengah dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dengan menciptakan ekosistem inovasi. Langkah ini sekaligus untuk mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) adalah menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif antar industri, asosiasi, akademisi, dan lembaga pemerintah, sehingga dapat bersinergi dan berkolaborasi secara bersama untuk membangun industri yang tangguh dan mandiri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, (12/10/2021).

Agus menjelaskan, upaya menciptakan ekosistem inovasi di sektor industri sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Program ini memprioritaskan pengembangan terhadap tujuh sektor industri dalam mengimplementasikan teknologi pada proses produksinya untuk dapat meningkatkan efisien dan kompetitif industri nasional,” terangnya.

Ketujuh sektor tersebut, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, serta alat kesehatan. Sektor-sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri.

“Pada triwulan III-2021, kami optimis pertumbuhan sektor industri dan ekonomi dapat meningkat,” paparnya.

Sepanjang triwulan II-2021, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 6,91 pwrsen, yang mampu memberikan kontributor terbesar pada pertumbuhan PDB nasional dengan mencapai 17,34 persen.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Doddy Rahadi, mengemukakan dalam mendukung penguatan ekosistem inovasi di sektor industri, Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang, menyelenggarakan seminar nasional yang dihadiri sebanyak 500 perserta dari perwakilan asosiasi dan industri, praktisi, akademisi, serta instansi pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini mengagkat tema Peran Sektor Industri dalam Percepatan Pemulihan Nasional.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

“Seminar nasional ini diselenggarakan sebagai wadah komunikasi dan diskusi yang konstruktif untuk dapat bertukar informasi dalam mengoptimalisasi peran tiap stakeholders guna mendukung penguatan industri nasional di era pandemi,” tuturnya.

Menurut Doddy, pembangunan industri nasional bertumpu pada tiga pilar, yaitu penguatan struktur industri, penguasaan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penyelenggaraan seminar nasional merupakan wadah tukar pikiran yang konstruktif dalam berbagi penhetahuan dan pengalaman tentang pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung pembangunan industri nasional.

“Seminar ini juga bertujuan untuk mempublikasikan teknologi kepada industri dan stakeholders sebagai upaya untuk membangun industri nasional yang mandiri, tangguh dan berdaya saing dalam penguatan industri nasional,” imbuhnya.

Faktor lain dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional adalah pentingnya pembangunan dan kesiapan SDM industri.

“Sisi lain dari pandemi Covid-19 adalah sebuah katalisator untuk memaksa perubahan kehidupan yang terjadi di dunia. Seminar ini juga membahas teknologi informasi berperan penting terutama pada sistem operasi yang efisien pada industri,” imbuhnya.

Doddy berharap, buah pemikiran hasil seminar dapat menambah pemahaman mengenai teknologi industri dan menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan untuk para pemangku kepentingan terkait.

“Selain itu, karya tulis yang dipublikasikan akan menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan bagi stakeholders,” pungkasnya.


Photo Credit: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FILE/Kemenperin

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?