Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca AS Musnahkan Semua Dokumen Sensitif di Afghanistan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

AS Musnahkan Semua Dokumen Sensitif di Afghanistan

Didik Fitrianto Minggu, 15 Agustus 2021 | 00:44 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Milisi lokal Afghanistan dan tentara Afghanistan berkonsultasi di Kajaki, provinsi Helmand, Afghanistan. GETTY IMAGES/John Moore
Photo Credit: Milisi lokal Afghanistan dan tentara Afghanistan berkonsultasi di Kajaki, provinsi Helmand, Afghanistan. GETTY IMAGES/John Moore
Bagikan

Telegraf – Staf kedutaan Amerika Serikat (AS) di Kabul, Afghanistan telah diperintahkan untuk mulai menghancurkan materi dokumen yang sensitif. Pemberitahuan itu menggaris bawahi kebijakan pemerintahan Biden yang sedang mempersiapkan kemungkinan jika kedutaan akan dikuasai oleh Taliban meskipun ada jaminan publik bahwa gedung itu tetap beroperasi.

Pemberitahuan manajemen kepada semua personel Amerika, yang dikirim Jumat pagi dari manajer fasilitas kedutaan, meminta para staf untuk “mengurangi jumlah materi sensitif di kedubes,” menurut salinan seperti dilansir dari Bloomber, Minggu (15/08/2021)

Pihak AS meminta mereka menghancurkan apa pun yang berkaitan dengan logo AS, bendera “atau barang-barang apapun yang dapat disalahgunakan dalam upaya propaganda”.

Email tersebut memerintahkan pada diplomat agar dapat menghancurkan dan memusnahkan semua bahan-bahan yang dinilai sensitif.

Dikatakan bahwa kedutaan akan menawarkan apa yang disebutnya “dukungan penghancuran” antara pukul 08.30 dan 16.00 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Metode penghancuran ini tidak sesuai untuk senjata, amunisi dan barang-barang serupa,” instruksinya.

Dua pejabat administrasi, yang membahas memo internal dengan syarat anonim, mengatakan prosedur penghancuran adalah standar ketika satu pos AS di luar negeri sedang diminimalisir.

Salah satu pejabat mengatakan kondisi itu konsisten dengan rencana yang ditetapkan untuk sebagian besar pasukan AS di Afghanistan untuk berangkat pada akhir bulan. Tetapi pejabat mengakui ekspansi Taliban kini mempengaruhi itu semua.

John Kirby selaku juru bicara dari Pentagon mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat, bahwa tampaknya Taliban sedang mencoba untuk membuat Kabul terisolasi, tetapi ibu kota itu tidak berada di bawah “ancaman yang akan segera terjadi.”

Kirby mengatakan kecepatan Taliban dalam mengambil alih ibu kota provinsi “sangat memprihatinkan.”

Rombongan pertama dari 3.000 tentara yang didatangkan untuk membantu mengevakuasi banyak pegawai kedutaan pun telah tiba.

Sementara Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan pada briefing pada hari Kamis, mengatakan bahwa kedutaan tetap buka untuk saat ini.

“Ini bukan pengabaian, ini bukan evakuasi, ini bukan penarikan besar-besaran,” katanya.

Taliban kembali menaklukan tiga kota lagi di Afghanistan pada hari Jumat, menambah penghitungan pusat konsentrasi utama yang telah mereka rebut dalam beberapa hari terakhir.


Photo Credit: Milisi lokal Afghanistan dan tentara Afghanistan berkonsultasi di Kajaki, provinsi Helmand, Afghanistan. GETTY IMAGES/John Moore

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?