Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca DPR Meminta Pemerintah Berikan Insentif Keseluruh Maskapai
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

DPR Meminta Pemerintah Berikan Insentif Keseluruh Maskapai

Atti K. Selasa, 6 April 2021 | 12:22 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf -Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah memberikan insentif pada seluruh maskapai di Indonesia. Pemberian insentif dinilai akan mampu menjadi angin segar bagi maskapai di Tanah Air dalam memulihkan ekonomi nasional, yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menerangkan, insentif dari pemerintah yang dimaksud DPR adalah mengurangi pungutan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari maskapai, seperti biaya landing pesawat., yang menurutnya, selama ini PNBP yang di bebankan kepada maskapai sangat besar.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pemerintah jangan hanya fokus kepada maskapai badan usaha milik negara (BUMN) saja, melainkan fokus juga pada maskapai swasta nasional. Karena maskapai swasta nasional juga ikut andil dalam pendapatan negara dan memajukan pertumbuhan ekonomi, ungkapnya Senin (5/4).

“Harus (pemerintah berikan insentif), dan di setiap kali rapat di komisi kita sudah sampaikan itu. Kan maskapai swasta ada perannya juga, makanya harus di perhatikan,” kata Lasarus.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah segera memberikan insentif kepada seluruh maskapai di Tanah Air. Karena, kata Lasarus, hal ini menyangkut bagaimana mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Ia memahami, pemberian insentif tak hanya melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saja, melainkan juga harus melibatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menurut dia, pemberian insentif kepada maskapai harus melibatkan semua pihak. “Mau tidak Menteri Keuangan di kurangi pendapatannya? Nanti kami akan rapat lagi dengan Dirjen Perhubungan Udara,” kata dia.

Dihubungi terpisah, Pengamat Kebijakan Transportasi Publik Azas Tigor Nainggolan menilai, seluruh maskapai, baik maskapai pelat merah maupun swasta, bisa menikmati kesempatan yang sama dari pemerintah ihwal insentif. Misalnya insentif pengurangan pajak, kata Tigor, pemerintah harus memberikan pengurangan pajak pada seluruh maskapai di Indonesia.

“Misalnya pengurangan pajak, harus diberi kepada semua maskapai, jangan yang satu dapat yang satu tidak,” tegasnya.

Dukungan pemerintah kepada maskapai lainnya menurut Tigor ialah memudahkan masyarakat dalam mengakses atau menggunakan angkutan udara ketika hendak berpergian. Dari mulai memberikan mempermudah dalam hal dokumen, tes Covid-19 gratis, hingga jaminan kebersihan lingkungan bandara dan pesawat.

Baca Juga :  BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Dengan begitu, masyarakat atau calon penumpang akan merasa aman dari ancaman virus SARS CoV-2 ketika berpergian dengan pesawat. “Tes antigen di buat gratis angkutan umum menuju ke bandara juga harus dibuat bagus. Itu yang harus di lakukan oleh pemerintah,” tegasnya.

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai situasi industri penerbangan pada 2021 akan belum banyak berubah, meski tidak separah tahun lalu.

Namun, dia mengungkapkan, ada dua hal yang harus menjadi perhatian dalam industri penerbangan. Pertama, permintaan yang masih rendah karena faktor kesehatan. Kedua, proses vaksinasi yang sedang dikebut pemerintah diperkirakan bakal membutuhkan waktu.

“Pemerintah harus segera melakukan vaksinasi secara massal bagi seluruh penduduk Indonesia, bukan hanya untuk tenaga kesehatan (nakes). Ketika vaksinasi berjalan menyeluruh maka akan muncul keyakinan masyarakat untuk berpergian, termasuk menggunakan transportasi udara,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, aturan dari regulator penerbangan sudah cukup mendukung. Ketika angka penumpang turun pada 2020, pemerintah menyiasatinya dengan mengizinkan maskapai mengangkut kargo, tetapi dengan catatan tidak diperbolehkan adanya penumpang umum.

Dia menilai, industri penerbangan nasional paling cepat baru pulih dua tahun mendatang. Setelah pandemi usai, maskapai akan bekerja sama dengan hotel hingga daerah destinasi pariwisata dan melakukan green linear untuk kebersihan dan kesehatan. Daerah yang menjadi destinasi wisata dan pihak hotel pun perlu melakukan disinfektan bersama.


Photo Credit : Bandar Udara Sukarno Hatta. Doc/Republika TV/Wisnu Aji Prasetiyo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?