Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indonesia Minta AS Untuk Selesaikan Isu Nuklir Iran
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Indonesia Minta AS Untuk Selesaikan Isu Nuklir Iran

Edo W. Sabtu, 6 Maret 2021 | 09:12 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pemandangan umum fasilitas air di Arak barat daya ibu kota Iran Teheran, Iran mengancam akan melanggar kesepakatan nuklir 2015 karena sanksi AS, negara ini mencari negara-negara Eropa untuk memberikan bantuan dari sanksi yang melumpuhkan. AFP/Getty Images/Hamid Foroutan
Photo Credit: Pemandangan umum fasilitas air di Arak barat daya ibu kota Iran Teheran, Iran mengancam akan melanggar kesepakatan nuklir 2015 karena sanksi AS, negara ini mencari negara-negara Eropa untuk memberikan bantuan dari sanksi yang melumpuhkan. AFP/Getty Images/Hamid Foroutan
Bagikan

Telegraf – Indonesia meminta pada Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan isu nuklir Iran sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam JCPOA (Joint Comprehensive Plan Action), serta meminta AS dan Iran bekerja sama dengan IAEA untuk memenuhi kewajibannya dalam JCPOA.

Seruan itu disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB Darmansjah Djumala, dalam Pertemuan Dewan Gubernur (Board of Governors/BoG) Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, Kamis (04/03/2021) yang dihadiri oleh seluruh anggota IAEA.

“Prihatin atas penarikan diri AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi unilateral kepada Iran. Dalam kesempatan ini, Indonesia juga menyambut baik sinyal positif dari pemerintah AS untuk kembali terlibat melalui forum multilateral dalam isu nuklir tersebut,” kata Darmansjah dalam rilis keterangan resminya, Sabtu (06/03/2021).

Sejalan dengan seruan Indonesia, Delegasi AS dalam pertemuan juga telah memperlihatkan indikasi bahwa pemerintahan baru AS yang dipimpin oleh Joe Biden dari Partai Demokrat bersedia untuk menggunakan jalur diplomasi multilateral untuk berdialog dengan Iran dan kembali ke meja perundingan JCPOA. Sinyalemen AS ini mendapat sambutan positif dari banyak negara anggota IAEA.

Kepada Iran, secara tegas, Darmansjah menyatakan keprihatinan atas sikap Iran untuk menghentikan implementasi langkah-langkah transparansi sukarela kepada IAEA pada bulan Februari lalu.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala
Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala.

Namun, Indonesia juga mencatat perkembangan positif berupa kesepahaman teknis bilateral antara IAEA dan Iran yang memungkinkan IAEA dapat melanjutkan misi pelaksanaan verifikasi dan pengawasan atas program nuklir Iran yang diperlukan selama tiga bulan ke depan. Indonesia meminta persoalan ini dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“Bagi Indonesia, kesepakatan JCPOA tetap merupakan elemen esensial dalam arsitektur keamanan dunia yang keberlangsungannya harus dijaga oleh semua pihak, dan jalur diplomasi multilateral merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan isu nuklir Iran,” jelas Darmansjah.

Selain isu nuklir Iran, dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA ini, Indonesia juga menyampaikan sejumlah posisi dan kepentingan nasional terkait keselamatan dan aplikasi teknologi nuklir.

Pertemuan Dewan Gubernur IAEA yang diselenggarakan 1-5 Maret 2021 merupakan forum bagi negara anggota IAEA untuk mendiskusikan
sejumlah isu terkait tenaga atau energi nuklir.


Photo Credit: Pemandangan umum fasilitas air di Arak barat daya ibu kota Iran Teheran, Iran mengancam akan melanggar kesepakatan nuklir 2015 karena sanksi AS, negara ini mencari negara-negara Eropa untuk memberikan bantuan dari sanksi yang melumpuhkan. AFP/Getty Images/Hamid Foroutan

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?