Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca SBY Disebut Sebagai Dalang Kudeta Demokrat Sebenarnya, Benarkah?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

SBY Disebut Sebagai Dalang Kudeta Demokrat Sebenarnya, Benarkah?

A. Chandra S. Sabtu, 27 Februari 2021 | 04:56 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Presiden ke-6 RI yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. ANTARA/Hafidz Mubarak
Photo Credit: Presiden ke-6 RI yang juga Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. ANTARA/Hafidz Mubarak
Bagikan

Telegraf – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, terdapat dua teori mengenai tampilnya atau turun gunungnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kisruh partai yang didirikannya itu.

Teori pertama dan dilihat banyak kalangan, yakni turun gunungnya Presiden keenam RI itu menandakan api dalam Partai Demokrat terlalu besar dan tak dapat dipadamkan oleh putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai berlambang mercy tersebut.

“Memang itulah risiko yang terjadi ketika tampil akan mengirimkan pesan atau bisa ditafsirkan oleh pihak luar sebagai sebuah pertanda ketidakmampuan AHY,” kata M Qodari, Jumat (26/02/2021).

Namun, Qodari mengingatkan, terdapat teori kedua, yakni SBY sebagai dalang atau sutradara sesungguhnya dari ‘drama kudeta’ Partai Demokrat. Qodari meyakini teori kedua ini yang sesungguhnya terjadi.

“Sebetulnya ada teori kedua ya dan saya berpegang pada teori yang kedua ini bahwa sesungguhnya sutradara atau dalang yang sesungguhnya dari cerita mengenai kudeta Partai Demokrat ini adalah pak SBY itu sendiri. Jadi panggung depannya adalah AHY, tapi panggung di belakangnya, dapurnya sesungguhnya adalah Pak SBY,” jelasnya.

Qodari memaparkan argumentasi yang mendasari teori keduanya tersebut. Pertama, kata Qodari, pengalaman dan senioritas SBY dalam dunia politik jauh di atas AHY. Dengan pengalaman dan senioritasnya, SBY memiliki kemampuan untuk bermanuver secara canggih.

“Karena itulah kemudian skenario atau atau manuver-manuver yang canggih itu sesungguhnya dimiliki oleh pak SBY,” paparnya.

Hal ini salah satunya tercermin dari pernyataan SBY yang menyatakan tak percaya atas keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kisruh yang terjadi di internal Partai Demokrat dan menyebut para menteri yang disebut hanya dicatut namanya.

Baca Juga :  Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Pernyataan SBY ini, kata Qodari, membantah pernyataan AHY sendiri yang menyebut adanya keterlibatan lingkar kekuasaan terdekat Presiden Jokowi atau lingkaran Istana dalam upaya mengudeta Partai Demokrat.

“Jadi ya pernyataan AHY memberikan pernyataan, tapi yang membantah Pak SBY. Jadi istilahnya main pingpong. AHY yang menyatakan, Pak SBY menegasikan. Jadi menurut saya itu pertanda bahwa sebetulnya aktor atau penulis skenarionya adalah SBY,” jelasnya.

Argumentasi kedua, kata Qodari, malam sebelum AHY menggelar konferensi pers mengenai kudeta Partai Demokrat, SBY melalui akun Twitter-nya menulis, “Bagi siapapun yang memegang kekuasaan politik, pada tingkat apapun, banyak cara berpolitik yang lebih bermoral & lebih beradab. Ada 3 golongan manusia, yaitu “the good”, “the bad” & “the ugly”. Kalau tidak bisa menjadi “the good” janganlah menjadi “the ugly”. SBY”. Qodari menilai cuitan SBY tersebut sebagai pengantar konferensi pers AHY.

“Oleh sebab itu saya mengatakan bahwa sebetulnya bukan pertanda AHY tidak mampu. Ya memang karena dari awal tetap tokoh dominan di Partai Demokrat itu adalah SBY sendiri,” pungkasnya.


Photo Credit: Presiden ke-6 RI yang juga Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. ANTARA/Hafidz Mubarak

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?