Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi Ajak Gubernur Terapkan Manajemen Krisis Bagi Aparat Daerah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Jokowi Ajak Gubernur Terapkan Manajemen Krisis Bagi Aparat Daerah

Hanna Iffah Kamis, 16 Juli 2020 | 16:41 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
File/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para gubernur seluruh Indonesia mengajak aparat daerah untuk bekerja secara extraordinary dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para Gubernur mengenai Percepatan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/07/20).

Mengawali pengarahannya, Presiden mengungkapkan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi. Menurutnya, situasi sangat sulit yang diakibatkan pandemi Covid-19 tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami oleh 215 negara di dunia.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang terpapar virus Corona, kondisi negara Indonesia masih jauh lebih baik daripada negara-negara lain yang tengah berjuang mengendalikan Covid-19.

“Supaya diketahui, jadi kondisinya hampir-hampir sama dan negara lain justru lebih parah dari yang kita alami di Indonesia. Saya setiap hari mendapatkan briefing seperti ini, angka-angka dari Kementerian Luar Negeri yang mengabarkan kondisi-kondisi di dunia seperti apa,” kata Jokowi.

Presiden mendapatkan laporan, kasus tertinggi Covid-19 per hari ini tercatat di Amerika Serikat mencapai 3,4 juta kasus positif, padahal sebanyak 319 juta yang menurut Jokowi hampir sama dengan populasi penduduk di Indonesia. Kemudian, Brasil tercatat ada 1,8 juta kasus positif Covid-19.

“Ini yang gede-gede. Kemudian hari ini, kita berada pada angka 78 ribu kasus positif. Negara kita ini masuk lima besar penduduk terbanyak tetapi kalau dilihat 10 negara dengan kasus tertinggi, kita tidak masuk di dalamnya. Tadi Amerika (Serikat) 3,4 (juta), Brasil 1,8 (juta), India 906 ribu, Rusia 739 ribu, Peru 326 ribu,” ungkapya.

Artinya, Presiden, pandemi Covid-19 di Indonesia masih berada pada posisi yang masih bisa kendalikan. Oleh sebab itu, Presiden meminta jangan sampai dengan kondisi seperti ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi lepas kendali.

Baca Juga :  Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina

Menurut Presiden justru di saat pandemi Covid-19 masih bisa dikendalikan, manajemen krisis harus betul-betul dilakukan dengan baik. Karena itu, Presiden meminta kepala daerah mengajak aparat di jajaran bawahnya untuk dapat bekerja extraordinary.

“Manajemen krisis harus betul-betul kita lakukan. Ajak aparat kita di bawah kita, untuk betul-betul bekerja extraordinary, enggak bisa kita dalam situasi seperti ini kita kerja normal-normal, dalam situasi seperti ini kita kerja biasa-biasa, enggak bisa. Percaya saya, enggak bisa,” tegasnya.

Semua aparat daerah tidak bisa lagi bekerja secara normal. Mereka harus segera merubah pola pikir dan cara bekerja, dari yang cara bekerja bertele-tele dan rumit, ke cara-cara yang cepat dan sederhana.

“Semuanya harus ganti channel semuanya, enggak bisa kita normal-normal, channel-nya harus ganti semuanya, dari channel ordinary pindah channel ke extraordinary, dari channel yang cara kerja bertele-tele, rumit ke cara-cara kerja yang cepat dan sederhana. Semuanya harus diubah seperti itu,” katanya.

Presiden menambahkan situasi yang dihadapi seluruh pemerintah daerah luar biasa sulit. Sebab harus mengendalikan dua hal, yakni ekonomi dan kesehatan. Kedua bidang ini harus terjaga dengan baik keseimbangannya.

“Tidak bisa lagi kita kerja dengan SOP normal, enggak bisa. Kita harus kerja dengan SOP yang shortcut, ada terobosannya. Jadi, anak buah ajak untuk masuk ke sana, biar cepat kerja kita,” tandasnya.


Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi). FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit
Nasional

Menteri KKP Terjatuh dan Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan gedung KPK. ANTARA
Nasional

KPK Sita Ratusan Juta Tunai Dari Kasus Korupsi Wali Kota Madiun

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Tim SAR Temukan Total 10 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi hujan lokal di beberapa wilayah di DKI Jakarta pada hari ini. IST. PHOTO
Nasional

Pramono Anung: Perpanjangan Modifikasi Cuaca Hingga 27 Januari

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Akan Diperiksa KPK Terkait Korupsi Haji

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Ahok Pastikan Bersaksi Terkait Korupsi Kilang Pertamina Pekan Depan

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?