Telegraf, Jakarta – Dompet Dhuafa (DD) sebagai lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa lakukan terobosan dalam mengajak masyarakat untuk berkurban di tengah pandemi.
Melalui berbagai vitur dan bekerjasama dengan berbagai ecommerce, digital bank, fintech, serta market place, berkurban lebih mudah dari mana saja. Hal itu diungkapkan oleh drg. Imam Rulyawan MARS., selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa konfrensi pers virtual, di jakarta, Senin (8/4).
Imam mengungkapkan berbagai perbaikan terus-menerus dilakukan untuk menunjang penyaluran berkah daging dari para pekurban, DD gandeng 15 mitra kelompok ternak yang berada di seluruh Indonesia untuk yang tahun ini DD menargetkan menebar 30.000 ekor domba atau kambing dan 1.000 ekor sapi dari para pekurban dengan harga per domba sebesar Rp1.490.000, sementara untuk sapi sebesar Rp12.000.000.
“Sebaran distribusi tetap mencakup seluruh wilayah di tanah air yang telah teridentifikasi sebagai kawasan mustahik, yang membutuhkan daging kurban. Sekitar 60-70 persen hewan kurban akan didistribusi di Pulau Jawa, yang memang menjadi kawasan padat penduduk di Indonesia. Kemudian 20-30 persen lainnya didistribusikan di pulau-pulau lainnya, di luar Pulau Jawa serta luar negeri,” tutur Imam.
Lanjutnya berbagai inovasi teknologi selalu di lakukan dari tahun ke tahun, hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan nilai transaksi kurban yang tentunya akan berdampak bagi kemakmuran para peternak. Dengan margin yang bisa dihasilkan cukup bagus dan bisa dinikmati oleh mereka. Dompet Dhuafa mengupayakan semua strategi bagi peningkatan kualitas peternakan mandiri.
Walaupun di tengah pandemi DD selain memberikan kemudahan kepada para pekurban juga tidak meninggalkan kontrol selain untuk hewannya juga kontrol untuk para panitia penyembelihan.
Seluruh panitia penyembelihan harus memenuhi protokol kesehatan yang sebelumnya di lakukan rapid test untuk memberika kehigienisan daging kurban yang akan di salurkan.
“Hewan-hewan kurban Dompet Dhuafa yang berada di 15 titik sentra ternak di Indonesia, akan diperiksa secara ketat, melalui tim Quality Control. Karena Dompet Dhuafa memastikan bobot hewan-hewan kurban dari para peternak mitra sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Selain hewannya juga terhadap para panitia penyebelih mereka juga harus sesuai protokol kesehatan . (AK)
Credit photo : istimewa