Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pontjo Sutowo: Hadirkan Kembali Pancasila Dalam Kelangsungan Hidup Bangsa
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Pontjo Sutowo: Hadirkan Kembali Pancasila Dalam Kelangsungan Hidup Bangsa

Atti Kurnia Kamis, 5 Maret 2020 | 17:16 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Suatu bangsa akan tetap bertahan kalau ada talenta di dalam diri bangsa itu sendiri dan talenta tersebut ditata dengan bagus sehingga daya tahan bangsa tersebut akan bisa memproduksi hal hal baru sehingga bangsanya akan bisa bertahan lebih panjang.

“Tidak ada barat tidak timur, tidak ada hitam tidak ada coklat sepanjang talenta talenta yang ada di bangsa itu di manage dengan bagus maka daya tahan bangsa itu akan tetap memproduksi hal hal baru sehingga bangsa itu akan bertahan lebih panjang dari yang diharapkan karena setiap talenta mempunyai jangkauan waktunya sendiri, ” ungkap Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, politikus yang pernah menjabat sebagai anggota MPR dalam diskusi Aktualisasi Menggalang Ketahanan Nasional Demi Kelangsungan Hidup Bangsa.

Ia juga mengungkapkan daya tahan tersebut dilihat melalui prespektif militer, ekonomi, budaya dan juga kesehatan yang besandarkan pada Pancasila, yang meliputi dari Sila Pertama hingga Sila ketiga adalah mentalitas sepiritual, yang kemudian di terjemahkan melalui aktifitas di Sila ke Empat serta sila ke Lima dengan aspek teknologi dengan beberapa penemuan ilmuan.

Ponco Sutowo Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti sekaligus Ketua Aliansi Kebangsaan dan Ketua Umum Forum Komunikasi Purnawirawan Putra-putri TNI-Polri (FKPPI) menjelaskan untuk titik berat di perekonomian, apabila di suatu negara yang tidak menguasai teknologi maka ekonominya akan kedodoran dengan majunya teknologi yang ada di negara negara luar. “Apakah kita terus memperbaiki teknologi kita? Itu tidak,” tuturnya Rabu (4/3/).

Lanjut Pontjo karena teknologi itu berkaitan dengan dunia usaha seharusnya pengusaha itu dilatih supaya setiap pengusaha mengetahui teknologi apa yang ia pegang. “Sederhananya bahwa teknologi tidak bisa berkembang di universitas atau di lembaga riset dia harus berkembang di dunia usaha,” kata Pontjo.

Bentuk ancaman hari ini Pontjo menuturkan agak beda di 72 tahu lalu, bukan lagi konflik militer tetapi persepsi dimasyarakat dan elit adalah seperti konflik militer. “Kesalahan terbesar adalah mempersiapkan diri untuk perang yang sudah lewat karena sekarang ancamannya beda maka kita belum menyiapkan ancaman sekarang ini,” bebernya.

Pontjo mencontohkan jika disebuah kapal ada yang bocor apakah penumpang akan berkelai pasti semua akan mengatasi permasalahan itu sama sama dan kalau perkelahian itu terjadi dan saling menyalahkan ini menunjukan suatu gejala kesadaran terhadap ancaman itu tidak ada.

Pontjo menambahkan yang bahwa tak ada kebenaran dalam ber-Indonesia kecuali dengan ber-Pancasila. Jika Pancasila tidak dijadikan sumber ber-Indonesia, kita akan jauh dari cita-cita bernegara.

Berkaitan dengan itu Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YNSB) bekerjasama dengan FKPPI akan meluncurkan buku Menggalang Ketahanan Nasional dengan Paradigma Pancasila pada Sabtu, (7/3/2020) dengan Buku setebal 270 halaman yang berisikan rangkuman dari Diskusi Panel Serial (DPS) dengan tema Menggalang Ketahanan Nasional untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa. (AK)


Photo Credit : Pontjo Sutowo Pembina YSNB, Ketua Aliansi Kebangsaan dan Ketua Umum FKPPI Wisnubroto Ketua YSNB sekaligus Ketua Penyelenggara Diskusi Panel Serial Tanas Nurrachman Oerip Ketua SC DPS Tanas dan Prof.Dr.Laode Masihu Kamaluddin (ka-ki) dalam Konfrensi pers di Jakarta, Rabu (4/3). TELEGRAF/Kawat Berita Indonesia

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?