Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca GMNI Diingatkan Untuk Kembali Pada Jadi Diri dan Prinsip Dasar Perjuangannya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

GMNI Diingatkan Untuk Kembali Pada Jadi Diri dan Prinsip Dasar Perjuangannya

A. Chandra S. Sabtu, 30 November 2019 | 18:50 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Ambon – Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXI kali ini digelar di Kota Ambon, Maluku dari 28 November hingga 2 Desember 2019 mendatang, kongres yang semula dijadwalkan akan dibuka dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu akhirnya urung terjadi karena Jokowi sedang sibuk dengan agenda kerja lainnya, namun yang menarik kongres itu dibuka oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara.

Juliari yang kebetulan sedang ada kunjungan kerja soal pemberian bantuan kepada korban gempa, yang akhirnya membuka Kongres Kemaritiman Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXI secara resmi di Gedung Islamic Center Kota Ambon, Kamis, (28/11/19) kongres yang sebelumnya mendapatkan banyak petisi untuk membatalkannya. Sejumlah alumni GMNI pun mengharapkan organisasi mahasiwa yang telah berusia lebih dari 65 tahun ini kembali kepada jati diri dan prinsip-prinsip dasar perjuangannya dalam kongres yang mengusung tema Maritim ini.

Franklin Dahoklory, alumni GMNI Kota Ambon, berharap kongres GMNI tidak hanya sekedar acara seremonial menggantikan kepemimpinan saja tetapi momentum untuk merefleksikan diri, melihat ke belakang terkait dengan jati dirinya sebagai gerakan mahasiswa yang kritis dan konstruktif di tengah arus perubahan zaman.

“GMNI harus menemukan jati dirinya dan kembali pada cita-cita perjuangan yang independen dan mandiri dan itu harus dirumuskan secara baik dan serius dalam rekomendasi-rekomendasi hasil kongres nantinya,” kata Franklin kepada redaksi, (30/11/19).

Sementara itu alumni GMNI asal Yogyakarta, Ithor Lundayeh mengatakan Kongres GMNI jangan dijadikan sebagai bagian perpanjangan tangan dari partai politik dan memposisikan diri sebagai underbouw partai dan elit partai tertentu. Jika hal itu terjadi, saya yakin almamater saya (GMNI) ke depan akan kerdil dan tetap terbonsai, dan tentu tidak lagi diperhitungkan sebagai bagian dari pressure group (kelompok penekan) dalam merespon problem kebangsaan hari ini, karena apa? Karena GMNI itu sebagai organisasi kader bukan organisasi keder,” terangnya.

Senada dengan para alumni lainnya, Saut Sinaga yang merupakan alumni GMNI Jakarta mengingatkan agar GMNI responsif terhadap perubahan dan perkembangan jaman dewasa ini.

“Karena posisi geografis kita sangat strategis, sehingga berbicara kemaritiman, perlu kajian dan diskusi yang matang oleh peserta kongres agar ide dan gagasan tentang kelautan Indonesia yang memiliki potensi besar bisa dikembangkan,” kata alumnus Universitas Tri Sakti ini.

Saut menambahkan GMNI juga harus memperkuat peran sosialnya dengan melakukan pemberdayaan dan advokasi terhadap persoalan-persoalan rakyat, seperti nelayan kecil maupun para petani tambak yang dimana mereka selalu masih bingung dan kesusahan mencari atau menyalurkan hasil pertanian tambaknya maupun hasil tangkapan dari para nelayan, karena mereka selalu terjegal oleh sistem yang tidak berpihak belum ada infrastruktur rantai pasok yang jelas maupun alat produksi pengolahan yang memadahi, disitulah peran GMNI harus hadir dan harus bisa memperjuangkan jaminan kesehatan bagi nelayan.

“GMNI itu harus dekat dengan rakyat, tidak boleh jauh dari problem sosial si Marhaen, apalagi hanya dijadikan alat kepentingan bagi segelintir alumni yang mempunyai kepentingan praktis didalamnya,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXI di Kota Ambon, Maluku (28/11/19). TELEGRAF/Kawat Berita Indonesia

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?