Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jangan Lupakan Ini Jika Ingin Koleksi Piringan Hitammu Berharga 
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Lifestyle

Jangan Lupakan Ini Jika Ingin Koleksi Piringan Hitammu Berharga 

Yuan Adriles Senin, 19 Agustus 2019 | 00:54 WIB Waktu Baca 9 Menit
Bagikan
Seorang kolektor memilih piringan hitam di kediamannya. Dokumentasi Dornob.
Bagikan

Telegraf – Memiliki koleksi yang langka menjadi impian banyak kolektor Piringan Hitam (vinyl). Namun sebagian besar pembeli dan penjual yang baru mengenal cakram padat media penyimpanan suara tersebut tidak memahami  penilaian (Grading). Pasalnya pemeringkatan tersebut merupakan acuan terpenting dalam penentuan harga kedepannya.

Menurut Owner Scratch Rhythm, Christ Allen Sembiring kriteria grading piringan hitam cukup luas. Seperti Mint, Near Mint, Very Good Plus, Very Good, Good Plus, Good, Poor, hingga Fair. Cukup sulit mengenalnya bagi sejumlah orang yang baru mengkoleksi Piringan hitam.

“Ada beberapa istilah untuk grading (penilaian kondisi Piringan hitam, Mint / Near Mint (Kondisi fisik 100%/75%), Very Good + / Very Good (Kondisi Fisik 70%/50%), Good + / Good (Kondisi Fisik 45%25), Poor / Fair (Kondisi fisik (20%/ 0%).” jelas Allen.

Ada banyak penjual piringan hitam diberbagai media sosial layaknya Instagram, dan Facebook. Tak hanya itu sejumlah situs E-Commerce (perdagangan elektronik) ternama tanah air pun menyajikan berbagai macam barang langka ini yang harganya tidak murah. Namun, kualitas tidak cukup baik khususnya untuk kategori used condition (bekas pemakaian).

Cetakan First Pressing (cetakan awal) dari beberapa musisi untuk masa yang akan datang dapat menjadi koleksi yang berharga dan memiliki kualitas suara lebih baik ketimbang Reissue (cetakan ulang).

Owner Scratch Rhythm, Christ Allen Sembiring memerikasa koleksi piringan hitam di Tokonya, di Blok M Square, Jakarta. (Yuan Adriles untuk Telegraf.co.id)

“Hasil pembelajaran yang saya dapatkan dalam menentukan kualitas piringan hitam, berawal dari Frist Pressing ketimbang Reissue Version. Piringan hitam cetakan awal terkenal dengan kualitas suara yang masih kental dengan hasil rekaman analog pada era piringan hitam tersebut dibuat, berbeda dengan piringan hitam cetakan baru,” tukas Allen.

Untuk mendapatkan piringan hitam berkualitas sebaiknya terjun langsung  agar dapat memastikan kondisi fisik piringan hitam secara terperinci dengan mendengarkan kualitas suara track per track.

“Melihat langsung kondisi fisik piringan hitam, tidak hanya sebatas apa yang kita lihat dengan mata telanjang, namun kita juga harus memutar nya pada perangakat pemutar dari awal track pada side 1 dan side 2 guna mengetahui kondisi dan juga kualitas suara piringan hitam yang hendak kita beli secara menyeluruh,” ujar Allen.

Tak hanya piringan hitam manca negara saja. Cakram padat dari beberapa musisi tanah air pun memikiki harga yang fantastis. Fenomena tersebut kerap dimanfaatkan pedagang baru yang gelap mata akan nominal  jualnya.

Menurut El Owner Junkiest Record beberapa piringan hitam musisi Indoensia dapat dijual dengan harga tinggi dan diincar kolektor manca negara.

“Ada beberapa piringan hitam dari beberapa musisi tanah air harga jualnya tinggi dan dicari banyak kolektor seluruh dunia,” ungkap El.

Namun semakin sukar mendapatkan piringan hitam yang berkualiatas tersebut. Meskipun ada kualitasnya tidak mumpuni.

“Kadang-kadang ada sih ditumpukan barang pedagang antik. Tapi ya gitu deh So So. Kalo diputar berisik kadang bikin jarum patah,” gelak El.

Sulitnya mendapatkan barang pun membuat para pedagang cakram padat media penyimpanan suara itu, kewalahan menyediakan pasokan beberapa daftar incaran para kolektor.

Menurut Andri Setiawan, owner Begenk Audio cukup sulit mendapatkan piringan hitam Indonesia yang diburu kolektor (piringan hitam langka), dikarenakan pedagang baru. Terkadang harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membelinya.

Owner Begenk Audio, Andri Setiawan di Kediamannya, Jakarta. (Yuan Adriles untuk Telegraf.co.id)

“Iya agak susah untuk mendapatkan piringan hitam indonesia yang langka (rare). Soalnya sudah banyak pemain plat indo. Kita kalo nggak berani harga ada kemungkinan susah untuk mendapatkannya”, ungkap Andri.

Penilaian (grading) dalam menentukan kualitas piringan hitam Indonesia pun sama dengan manca negara. Dianjurkan untuk mencoba mendengarkan langsung dari alat pemutarnya.

“Kadang setiap orang beda penilaian atara masih bagus atau tidak. Lebih baik kita bisa melihat fisiknya langsung atau kita coba di player. Biar bisa langsung mendengarkan piringan hitamnya masih bagus atau tidak,” jelas Andri.

Ketelitian pun menjadi faktor utama dalam mengkoleksi piringan hitam lokal.  Sama halnya dengan penilaian piringan hitam manca negara.

“Tentu ada, kita harus memastikan memilih piringan yang benar-benar bagus. Harus teliti untuk memilih piringan hitam contohnya tidak ada baret terlalu dalam (very good plus)  dibagian piringan. Karna bisa menyebabkan kerusakan jarum dan suara tidak enak didengar. Tapi kebanyakan plat Indonesia itu sering didapat dengan kondisi kurang mulus (poor/fair) , Jarang sekali dapat dengan  kondisi baik,” ungkap Andri.

Baca Juga :  Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Selain Itu, kondisi piringan hitam Indonesia yang memiliki harga jual fantastis harus benar-benar baik dalam kondisi Near Mint dan Very Good Plus.

“Kondisi plat yang mulus (Near Mint: Very Good Plus) menentukan sekali harga jual. Semakin plat dengan kondisi baik, harga semakin tinggi,” jelas Andri.

Sementara Itu, tidak hanya piringan hitam Indonesia yang sudah termasuk dalam kategori langka yang harga jualnya tinggi. Sejumlah album musisi Indonesian pun dapat dijual mahal dengan beberapa kriteria tersendiri.

“Kalo saya sih nggak bisa bilang plat-plat musisi Indonesia lainya tidak masuk kategori langka dan nggak punya harga jual. Ada aja sih kolektor luar negeri nyari berdasarkan aransemen, genre dan kita mesti ingat budaya penyimpanan orang Indonesia, terus plat Indo banyak yang jadi korban prakarya”. tukas El.

Ada beberapa toko terpercaya untuk mencari piringan hitam musisi mancanegara atau lokal di Jakarta. Bagi para kolektor yang khususnya memburu rilisan awal mesti terjun langsung dan tetap berhati-hati dalam bertransaksi via online.

“Ada beberapa toko di Jakarta yang jual piringan hitam berkualitas kok. Misalnya Blok M, Santa, dan Jalan Surabaya,” jelas Andri.

Bagi pemula lebih baik membeli album yang benar-benar disukai atau aransemen musiknya benar-benar bagus.

“Lebih baik sih beli plat yang lagunya kita suka. Kalo nggak ya aransemennya keren biar nggak rugi dan yang penting layak koleksi,” jelas El.

Terdapat beberapa cara untuk menyelamatkan piringan hitam yang masuk dalam kategori buruk, akan tetapi hasilnya tidak maksimal. Seperti metode pressing untuk mengatasi plat yang melengkung.

“Untuk beberapa kasus yang pernah saya temui, ada cara yang bisa digunakan untuk menyelamatkan namun tidak secara maksimal, seperti kasus piringan hitam yang melengkung, ada metode press yang bisa mengurangi lengkungan pada piringan hitam,” jelas Allen.

Akan tetapi untuk kategori piringan hitam yang memiliki goresan dalam tidak dapat diatasi dengan berbagai cara.

“Kasus yang lebih berat sperti baret atau goresan yang sangat dalam pada groove piringan hitam, ini mustahil untuk diselamatkan”, ungkap Allen.

Beberapa Istilah Grading (Penilaian) Piringan Hitam sebagai berikut:

Mint : Kondisi vinyl yang tersegel dan belum pernah digunakan.

Near Mint : kondisi sudah dibuka segel nya, keperluan untuk cek warna piringan hitam untuk kategori color vinyl dan tanpa di putar di pemutar piringan hitam, namun bisa juga kondisi sudah di putar di pemutar piringan hitam guna mengetahui kualitas suara hasil rekaman untuk kategori vinyl baru, namun untuk used  biasa nya faktor penyimpanan yang rapih dan terawat sehingga kondisi piringan hitam nya masih istimewa tanpa ada suara noise.

Very Good + : Kondisi vinyl yang masih terbilang lumayan bagus, namun terdapat baret halus yang tidak berdampak pada kualitas suara rekaman piringan hitam.

Very Good : Kondisi piringan hitam terdapat baret yang terbilang agak banyak yang berdampak pada kualitas suara dan juga terdapat suara noise yang terdengar saat piringan hitam di putar.

Good : kondisi terdapat banyak baret yang berdampak mengganggu kualitas suara rekaman saat di putar dan ada kendala di bagian tertentu yang menyebabkan jarum pemutar bisa loncat saat piringan hitam di putar dan terdapat suara noise yang dapat mengganggu hasil rekaman.

Poor : kondisi yang terbilang alakadarnya karena pastinya sudah tidak layak untuk diputar dikarenakan banyak baret yang cukup dalam sehingga dapat berdampak lompat track dan dengan suara noise yang amat parah.

Fair : kondisi yang sudah sangat parah baret dan juga noise yang dihasilkan pada saat diputar, sehingga sudah tidak bisa dinikmati lagi. (ya/red)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Lifestyle

Korban Tas Branded Hilang Desak EcoRing Tanggung Jawab

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Kesehatan Jadi Salah Satu Prioritas Utama Pemerintah

Waktu Baca 3 Menit
Lifestyle

Jelang Natal dan Tahun Baru Kemana Tujuan Wisata Anda? Simak Info Dari Kemenpar Ini

Waktu Baca 3 Menit
[Gambar 1] Liburan Nikmat, Budget Hemat_BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025
Lifestyle

Liburan Nikmat, Budget Hemat: BCA Digital dan ASTINDO Hadirkan DOLAN Travel Fair 2025

Waktu Baca 6 Menit
PUMA H-Street
LifestyleRilis

Isyana Sarasvati Warnai Peluncuran PUMA H-Street di Seoul dengan Gaya Autentik dan Energi Global

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Dip & Crunch Dari Pizza Hut Hadir di Ramadhan 2025

Waktu Baca 3 Menit
Image : Dok. Debby Lufiasita @lufiasita
Lifestyle

Public Relations & Musik: Bagaimana Debby Lufiasita Membawa Dua Dunia Jadi Satu

Waktu Baca 5 Menit
Lifestyle

Ini Platform Belanja Online kebutuhan Rumah Tangga yang Lebih Praktis dan Mudah

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?