Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pilkada DKI Dimajukan 2020, Ada Apa?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Pilkada DKI Dimajukan 2020, Ada Apa?

Telegrafi Kamis, 25 Juli 2019 | 00:37 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kepala Badan Kesbangpol DKI Taufan Bakri membocorkan ”bisik-bisik tetangga” mengenai spekulasi jadwal Pilkada DKI pada acara diskusi yang digelar Jaringan Demokrasi Indonesia (JDI) DKI Jakarta, Selasa (23/07/19) bertajuk “Dampak Demokrasi 2019 Terhadap Pembangunan Demokrasi Jakarta”. Pembicara lain dalam diskusi adalah anggota KPU DKI Partono Suminto dan Ketua LSM Masyarakat Jakarta Utara Dedi Iskandar.

Informasi atau isu seksinya seputar Pilkada DKI ke depan jadwalnya akan dimajukan menjadi tahun 2020 bersamaan dengan Pilkada Setentak atau sebaliknya dimundurkan menjadi 2024.

Bersamaan dengan Pemilu Serentak 2024. Bahka jika dimajukan, kabarnya anggaran Pilkada DKI 2020 ratusan miliar rupiah sudah menjadi bahan perbincangan dan dipersiapkan.

Pilkada terakhir di DKI pada 2017. Mengacu ke aturan normal, mestinya Pilkada DKI ke depan digelar pada 2022. Sekalipun masih isu, menurut Taufan, perlu dikaji secara serius mengenai dassein dan dassolennya. Karena akan menimbulkan kekosongan hukum, stabilitas politik, kesiapan Penyelenggara Pemilu, masyarakat dan lain-lain.

Dampak lain dari kemungkinan dimajukan Pilkada DKI menurut Taufan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Yakni: Gubernur DKI Anies bisa kehilangan peluang dan kesempatan guna melakukan ekspressi dan peran politiknya untuk kepentingan warga Jakarta. “Pilkada adalah mekanisme politik biasa. Tapi jika benar dimajukan atau kalau dimundurkan jadwal pelaksanannya, perlu pembahasan dan persiapan ekstra,” ujarnya.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Sementara itu anggota KPU DKI Partono Suminto berpendapat, masa depan partai politik dan parlemen di Indonesia ataupun di Jakarta belum mencerahkan. Karena proses dan rekrutmen calon legislatif yang terjadi sekarang masih elitis. Sedangkan Ketua Matra Jakarta Dedi Iskandar mempertanyakan, polarisasi politik paska Pemilu 2019 menguatkan atau melemahkan gerakan demokrasi di Jakarta. Menurut Dedi, soal ini harus dijawab secara kritis dan jernih. (Red)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?