Telegraf, Jakarta – Bumm!! Sebuah ledakan bom yang terjadi di Jl Thamrin 2016 lalu menjadi inspirasi dalam sebuah paket film dengan judul 22 menit.
Sebuah film Action yang menceritaka seorang anggota pasukan anti terorisme kepolisian mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan ibukota dari serangan Bom.
Film yang di bintangi Ario Bayu sebagai Ardi peran utama seorang anggta pasukan Anti terorisme dengan sigap berama timnya membekuk pelaku pengeboman dengan waktu 22 menit.
Eugene Panji sang sutradara menjelaskan sebuah kejadian hingga penangkapan pelaku itu di lakukan dengan singkat, awalnya memang mustahi dan tidak percaya, sesingkat itu penangkapan seorang terorois, tetapi setelah survei kita lakukan memang benar.
“Awal mulanya kita gk percaya, ketika polisi bilang dalam waktu 22 menit kita bisa menumpas, aku gakk percaya awalnya, kita klcaim bawa 22 menit polisi bisa menekuk dann tangkap. Akhirnya kita cek satu satu dan riset segala macam ternyata klaim itu terjadi dan memang ya diakui,” tuturnya dalam pers Conference di Jakarta.
Eugene mengatakan anggle pengambilan filmnya banyak yang meragukan, terbukti diluar sana banyak yang menanyakan bukan dari produck dalam negeri, tetapi itu semua tidak benar, dari efek, kameramen, brand dan musik itu adalah anak aak Indonesia. “100 persen made in Indonesia,” ujarnya dengan bangga.
Eugene menegaskan bahwa walaupun film 22 menit tersebut diambil dari kisah nyata tetapi dtidak dimaksudkan bahwa film ini sebagai dokumentasi dari kejadian tersebut.
Film berdurasi 75 menit ini akan tayang tanggal 19 juli mendatang. Penontn yang menikmati film tersebut akan terbawa dimana pengeboman di Thamrin terjadi serta bagaimana penanganan dalam penangkapan para teroris saat itu. Tidak hanya Action yang disajikan keharmonisan Rumah tangga dan nilai nilai kemanusiaan juga terangkat dalam film tersebut. (Red)
Credit Photo: Bom Thamrin di Film 22 Menit/telegraf