Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi: Pancasila Akan Bertahan Sampai Akhir Zaman
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Jokowi: Pancasila Akan Bertahan Sampai Akhir Zaman

Telegrafi Jumat, 1 Juni 2018 | 14:13 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
President Widodo of Indonesia is seen arriving for a meeting in the Steinberger hotel with Australian PM Turnbull during the G20 summit on 7 July, 2017. (Photo by Jaap Arriens/NurPhoto via Getty Images)
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Pancasila sebagai dasar negara dan bintang pemandu bangsa Indonesia telah berhasil bertahan dan tumbuh selama 73 tahun di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Melihat itu, Pancasila pun diyakini akan terus bertahan hingga sampai akhir zaman.

Demikian disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (01/06/18).

“Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan bahwa Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Indonesia, melalui perenungan, pergulatan pemikiran, dan kejernihan batin para founding fathers (pendiri bangsa) Indonesia.

Dikatakan oleh Jokowi, Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Presiden RI Pertama Soekarno pada tanggal 1 juni 1945, yang kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

“Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan, dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Terkait itu, Jokowi pun mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk mengingat rangkaian proses besar tersebut, mendalami semangatnya, dan memahami rohnya. Sebab, kata Jokowi, adalah tugas dan tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran bangsa Indonesia.

“Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi, dan berprestasi. Selamat Hari Lahir Pancasila, kita bersatu, kita berbagi, kita berprestasi,” terangnya.

“Marilah kita terus amalkan warisan mulia para founding fathers (pendiri bangsa) ini untuk kemajuan bangsa dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia,” tuturnya.

Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk, di mana seringkali kemajemukan tersebut juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidakbersatuan, dan ketidakgotongroyongan.

Oleh karena itu, Jokowi pun mengatakan, saatnya seluruh komponen bangsa Indonesia berbagi pengalaman dalam ber-Bhinneka Tunggal Ika, dalam bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan kepada dunia.

“Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujarnya. (Red)


Photo Credit : Jokowi sampaikan bahwa Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Indonesia, melalui perenungan, pergulatan pemikiran, dan kejernihan batin para founding fathers. GETTY IMAGES/Jaap Arriens



Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit
Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Waktu Baca 4 Menit
Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru

Waktu Baca 10 Menit

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Waktu Baca 2 Menit

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?