Telegraf, Los Angeles – Salah satu pentolan band Sepultura, Max Cavalera dikenal sebagai salah satu musisi dengan pengaruh dan karakter yang kuat. Keluarnya Max dari Sepultura pun sempat disayangkan oleh penggemarnya.
Kebersamaan Max dan Sepultura berakhir pada tahun 1996. Perselisihan didalam tubuh band yang disebabkan ketidaksukaan personel band itu terhadap manajer mereka, Gloria yang juga istri Max membuat vokalis sekaligus gitaris itu pun hengkang dari band.
Max merasa dikhianati rekan sebandnya yang ingin memecat Gloria saat itu. Meninggalkan Sepultura tentu bukan perkara mudah bagi Max. Band yang dia bentuk bersama sang adik, Igor Cavalera, pada 1984 itu sudah memberikan banyak hal kepada dirinya, sementara itu Max juga pernah membangun band yang bernama Soulfly pada tahun 1998 dengan nama album yang sama dengan nama band itu.
Album itu adalah satu-satunya album Soulfly yang berhasil mendapatkan serfikat emas di Amerika Serikat (AS).
Saat ini, Soulfly tengah melakuka sentuhan akhir untuk album baru mereka yang akan dirilis pada musim panas mendatang via Nuclear Blast.
Dalam wawancara dengan Rock Talk with Mitch Lafon, Max mengaku sempat depresi setelah mundur dari Sepultura pada 1996. Apalagi, pengunduran diri itu dilakukan setelah band itu merilis album Roots yang merupakan salah satu album tersukses Sepultura.
“Tiga bulan pertama itu depresi total buat saya. Saya tidak mau lagi bermain musik, saya kecewa dengan semuanya. Ini seperti kalian bekerja sepanjang hidup untuk satu tujuan dan kemudian kalian tahu, saya tidak punya band lagi. Rasanya sangat sepi, tanpa harapan,” papar Max seperti dikutip Blabbermouth.
Tapi, Max kemudian sadar, tak ada gunanya dia terus-terusan dirundung kekecewaan. Dia beruntung karena orang-orang di sekitarnya datang dan membantunya untuk bangkit.
Salah satu orang yang paling berjasa untuk membawanya kembali ke dirinya lagi adalah rocker gaek Ozzy Osbourne.
“Saya dapat dorongan dari banyak orang, seperti Ozzy Osbourne, kami makan malam di rumah Ozzy dan benar-benar keren ketika dia bilang, ‘Terserah padamu untuk bisa berdiri lagi’. Dan Gloria juga benar-benar membantu saja. Membantu saya kembali dan menulis lagi. Dan, ketika saya menulis demo itu adalah dua lagu yaitu Eye for An Eye dan No itu benar-benar mengempaskan Monte Conner di Roadrunner. Kami memainkan demo itu utuk dia di versi kaset dan dia menyukainya. Dan dari situ, kami tidak pernah melihat kembali ke belakang. Seperti, ini dia, kita membuat sesuatu yang baru,” tutur Max. (Red)
Photo Credit : Max Cavalera dedengkot Sepultura ini pernah alami depresi pasca hengkang dari Sepultura. | Getty Images