Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Laporkan Firman Wijaya ke Polri, SBY: Ini Perang Saya Perang Untuk Keadilan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Laporkan Firman Wijaya ke Polri, SBY: Ini Perang Saya Perang Untuk Keadilan

Telegrafi Rabu, 7 Februari 2018 | 05:51 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Antara/Rivan Awal Lingga
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Presiden ke enam Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatangi Bareskrim Polri Selasa (o6/o2/2016) untuk melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya terkait kasus e-KTP.

Dalam kesempatan tersebut, SBY enggan menyampaikan pernyataan sikapnya. Sebagai warga negara, masih kata SBY, dia menaati hukum tetapi juga ingin mencari keadilan. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto turut hadir di piket Bareskrim saat SBY melapor atas tuduhan itu.

“Saya tidak menyampaikan pernyataan sikap karena tadi sudah disampaikan di Jalan Tugu Proklamasi,” kata SBY didampingi oleh istrinya, Ani Yudhoyono di Bareskrim.

“Secara resmi saya melaporkan saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencermarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP. Selebihnya saya serahkan kepada Tuhan Maha Kuasa, Allah SWT,” sambungnya.

SBY mengucapkan terima kasih atas keinginan para mantan menteri menemaninya ke Bareskrim. Namun, dia ingin agar bekas pembantunya di kabinet dapat mengemban hidup tenteram. Dia ingin menyelesaikan permasalahan sendiri.

“Ini perang saya. Perang untuk keadilan,” tegasnya.

Tudingan Mirwan dan Firman dinilai oleh SBY sangat merusak dan mencemarkan nama baiknya. Dampaknya juga begitu luas. Rakyat Indonesia bisa mempercayai fitnah dan tuduhan yang dilayangkan. SBY mengaku masih percaya terhadap kabareskrim, kapolri dan presiden. “Mudah-mudahan beliau mendengar suara hati saya ini untuk menindaklanjuti apa yang saya adukan nanti,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dirinya bisa saja kalah dalam kasus pencemaran nama baik. Apalagi, lanjutnya, jika yang dihadapinya sebuah konspirasi besar.

“Kalau saya kalah, paling tidak sejarah mencatat, ada seorang warga negara yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mencari keadilan dan warga negara itu kalah. Itulah jihad saya,” katanya.

Saat disinggung soal laporan SBY terkait Antasari Azhar yang macet, Iqbal menjawab, ”Terima kasih. Kalau misalnya ada masukan. Intinya Polri akan melakukan upaya penyidikan sesuai dengan proses hukum.”

Baca Juga :  Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Polri melakukan tahapan penyelidikan dan penyidikan itu, masih kata Iqbal, semua bergantung pada fakta yang ada. Tergantung alat bukti dan petunjuk yang ditemukan.

Seperti diketahui SBY melaporkan pengacara Setyo Novanto, Firman Wijaya, yang dinilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik mantan Menteri ESDM itu terkait dengan permasalahan e-KTP.

Pada Februari tahun lalu SBY, melalui Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi, sebenarnya juga melapor ke Bareskrim. Saat itu SBY melaporkan Antasari Azhar karena dituduh telah mencemarkan nama baiknya.

Hal itu terkait dengan pernyataan Antasari yang menuduh SBY sebagai inisiator kriminalisasi terhadap kasusnya. Namun kasus ini tak jelas juntrungannya. Masih jalan ditempat.

“Laporan itu diterima terus akan dilakukan tahapan penyelidikan. Apabila penyelidik yakin menemukan bukti-bukti adanya dugaan perbuatan melawan hukum tentunya akan ditingkatkan ke penyidikan,” kata Iqbal. (Red)


Photo Credit : Presiden ke enam Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya terkait kasus e-KTP. Antara/Rivan Awal Lingga

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Menteri KKP Terjatuh dan Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan gedung KPK. ANTARA
Nasional

KPK Sita Ratusan Juta Tunai Dari Kasus Korupsi Wali Kota Madiun

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Tim SAR Temukan Total 10 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi hujan lokal di beberapa wilayah di DKI Jakarta pada hari ini. IST. PHOTO
Nasional

Pramono Anung: Perpanjangan Modifikasi Cuaca Hingga 27 Januari

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Akan Diperiksa KPK Terkait Korupsi Haji

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Ahok Pastikan Bersaksi Terkait Korupsi Kilang Pertamina Pekan Depan

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Perbaikan Akibat Bencana, Prabowo: Kita Punya Anggarannya

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?