Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Asosiasi Doktor Hukum Indonesia Segera Dideklarasikan di Bandung
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Asosiasi Doktor Hukum Indonesia Segera Dideklarasikan di Bandung

Edo W. Kamis, 29 Juni 2017 | 09:43 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kalangan ahli hukum, pakar bergelar doktor hukum dalam waktu dekat ini akan segera mendeklarasikan Asosiasi Doktor Hukum Indonesia disingkat ADHI. Organisasi tersebut menjadi wadah bagi para ahli hukum penyandang title Doktor Hukum untuk membagikan ilmu dan pengalaman mereka.

Deklarasi ini akan diselenggarakan di Side Walk Cafe Hotel Homan, Bandung, Jawa Barat pada 23 Juli 2017. Kota Paris van Java ini sengaja dipilih menjadi tuan rumah dalam acara deklarasi sebagai bentuk mengenang sejarah terhadap kota ini yang pernah menjadi tuan rumah gerakan Non Blok Asia Afrika di era kemerdekaan.

“Deklarasi ini Insya Allah akan dihadiri seluruh pengurus DPP Asosiasi Doktor Hukum Indonesia, para pendiri, para penjabat Dewan Kehormatan, para penjabat Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina dan Dewan Pengarah serta seluruh anggota dan calon pengurus ADHI,” ujar salah satu pengurus DPP ADHI Dr Urbanisasi, SH, MH, CLA, CIL di Jakarta.

Selain mengundang para pendiri dan pengurus ADHI, panitia pelaksana juga mengundang pejabat hukum dan pejabat daerah sebagai tamu undangan.

President yang juga pemrakarsa Asosiasi Doktor Hukum Indonesia (ADHI) Dr Yetti Suciwati, SH, MBA mengatakan Asosiasi Doktor Hukum Indonesia atau ADHI berdiri dilatarbelakangi sebuah panggilan jiwa untuk turut meluruskan kembali penegakan hukum dan keadilan di masyarakat.

Doktor yang juga penyandang gelar Master Bussiness Administration (MBA) ini mengatakan, ADHI ingin menyatukan visi para praktisi dan akademisi dari kalangan Doktor Hukum dalam satu wadah.

“Kalau kita menyumbangkan pemikiran hukum mewakili perorangan mungkin kita kurang powernya, tapi kalau yang bersuara organisasi profesi dan keilmuan maka masukan kita akan sampai ke pemerintah,” kata Doktor Hukum yang telah berpengalaman malang melintang di dunia usaha dan pendidikan ini di Bandung belum lama ini.

Organisasi para doktor hukum di Indonesia itu menurut Bunda Yetti, demikian ia akrab disapa, digagas oleh para ahli hukum yang juga punya pengalaman dalam hal praktek hukum. Mereka mendirikan ADHI dengan tujuan ingin memberikan sumbangsih keilmuan baik secara praktek maupun teori terhadap perkembangan hukum di Indonesia yang belakangan ini memang membutuhkan peran para ahli.

“Tokoh-tokoh yang bergabung di organisasi ADHI ini berasal dari berbagai latar belakang para doktor baik dari unsur praktisi seperti hakim, jaksa, polisi, TNI, pengacara, juga dari unsur akademisi, kita satukan visi kita untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran, kita bersifat netral tidak membawa kepentingan politik tertentu, kita lintas agama, lintas apapun, tapi kita menjunjung etika luhur,” kata Bunda Yetti yang juga pernah menjabat sebagai pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Pada dasarnya, di organisasi ini berkumpul tokoh-tokoh yang memiliki background keahlian di bidang hukum. Dan mereka memiliki perhatian yang besar untuk memajukan hukum di Indonesia. Baik dalam bidang regulasi, Undang-Undang, profesi, kode etik hingga secara kontinu memberikan masukan ke lembaga peradilan.

Dalam merekrut keanggotaan, organisasi ADHI juga cukup selektif. “Keanggotaan kami cukup selektif, kami tidak mengutamakan kuantitas, tapi pada kualitas personalnya, dilihat dari jam terbang, perilaku yang bersangkutan tidak boleh berlawanan dengan hukum, jangan sampai juga ada anggota yang mempolitisasi organisasi ini,” papar alumni Pasca Sarjana Universitas Islam Bandung

Di Asosiasi Doktor Hukum Indonesia (ADHI) bergabung Brigjen Pol Drs. Agung Makbul, SH, MH. Karosunluhkum Divkum Polri. Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dr. H. Marsidin Nawawi, SH, MH

Bergabung juga Dr. Angkasa, S.H, MHum, Dekan Fakultas Hukum UNSOED, Dr Urbanisasi, SH MH dosen Pasca Sarjana Universitas Tarumanegara. Kemudian ada Dr Wasis Susetio, SH, MH, MA yang menjabat Anggota Komite Kurikulum Fakultas Hukum Se-dunia Mewakili Negara Indonesia – International Association of Law School (IALS). Ada Dr Sri A Yani Ketua dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung.

Program ke depan dari ADHI adalah merangkul dan menjalin kerjasama dengan semua pihak. ADHI berencana menggandeng dalam MOU Perguruan Tinggi hukum untuk saling berbagi pengalaman dan keilmuan. ADHI juga berniat menjalin kerjasama dengan lembaga legislatif dalam bidang penyusunan Undang-Undang. ADHI juga akan menjalin kerjasama dengan pemerintah. (Rian)

Photo Credit : Dr Yetty Suciwati, SH, MBA President Asosiasi Doktor Hukum Indonesia (ADHI)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?