Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Asosiasi Media Digital Payungi Media Yang Patuhi Kode Etik
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Asosiasi Media Digital Payungi Media Yang Patuhi Kode Etik

Edo W. Sabtu, 1 April 2017 | 13:17 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Jakarta, Telegraf, – Ketua Umum Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) S.S Budi Rahardjo mengatakan organisasinya siap menjadikan media online seluruh Indonesia yang tergabung dalam asosiasinya menjadi media terpercaya dan menolak pemberitaan berbau isu SARA.

“Kami siap dan punya program literasi media digital,” ujar S.S Budi Rahardjo dalam siaran persnya hari Sabtu (01/04/2017) di Jakarta

Pemilik Majalah Matra dan Eksekutif.com ini menyayangkan masih adanya sejumlah media yang secara sengaja menayangkan pemberitaan bersifat mengadu domba antar umat demi menjatuhkan satu tokoh atau sosok politisi yang bersaing dalam Pilkada. “Sangat tidak independen, apalagi media tersebut adalah media mainstream, ini sangat tidak mendidik dan tidak patuh dengan kode etik jurnalistik,” ujar wartawan bersertifikasi senior tersebut.

Melihat kondisi media digital yang memprihatinkan tersebut, Budi mengaku mengajak teman-temannya para pemilik media digital kelas menengah untuk mendirikan Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI).

Pada awal Oktober 2016 silam akhirnya lahirlah Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) yang dirintis oleh sekitar 10 wartawan senior yang juga pemilik media. Organisasi ini berdiri dengan harapan bisa menjadi wadah bagi pebisnis media tradisional cetak yang “hijrah” atau menjadi penopang para start up di media digital. “Literasi media digital adalah cara yang terbaik.” .

Jojo panggilan akrab S.S Budi Rahardjo lebih lanjut menyebut maraknya media abal-abal, penyebar berita hoax atau media penyebar berita kebencian tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan negara Amerika Serikat saja yang sudah modern dan maju bisa terkena simptom seperti itu. Ketika era Pilpres kemarin misalnya dan sampai sekarang menjadi polemik di sana.

Khususnya di Indonesia, Jojo menyebut sudah membuat dan merancang program literasi yang bisa diterapkan kepada para pemilik media digital juga kepada wartawan yang bekerja di media digital. “Selain memantau, Asosiasi Media Digital dalam tahap mengedukasi serta meyakini anggota kami bekerja profesional sesuai kode etik jurnalistik,” tegas Jojo.

Asosiasi Media Digital siap menjadi garda terdepan untuk meliterasi dan mengedukasi start up (media kecil) yang tengah dirintis hingga perusahaan media digital yang sudah bisa menggaji jurnalis serta karyawannya sesuai upah standart upah minimum. “Kami lindungi, karena bekerja profesional, mewacanakan aspirasi masyarakat, dengan kaidah jurnalistik yang benar,” ujarnya.

Yang ditekankan oleh Asosiasi Media Digital adalah, media konvensional di cetak, jangan merasa diri lebih tahu dan profesional. “Karena era digital terus berkembang dan punya hukum-hukum tersendiri, bahkan ada pihak yang menyebut dirinya profesional dengan label sebagai aktivis medsos sebagai profesi. Mereka adalah mantan wartawan, yang kadang membuat media-media mirip jaringan media konvensional,” tutur Jojo.

Asosiasi Media Digital memberi “pakem” media digital dalam konteks literasi kode etik jurnalistik. Termasuk menyarankan jurnalisnya untuk ikut uji kompetensi sesuai konteksnya. Membantu para startup untuk berkembang untuk mendapatkan angel investor. “Termasuk berupaya agar para pemain media digital dalam bisnisnya bisa dibantu oleh perbangkan,” ujar Jojo.

Bahwa media kecil yang tengah dirintis tapi komitmen bekerja profesional juga bisa berkembang diyakini oleh Asosiasi Media Digital. “Jika rekan-rekan media startup yang baru merintis tapi tidak punya komitmen bekerja profesional sesuai kode etik jurnalistik, ya silahkan berjalan sendiri. Asosiasi Media Digital punya aturan yang harus dipatuhi,” ungkap Jojo.

Senada dengan Ketua Umum AMDI, Sekjen AMDI Edi Winarto mengungkapkan, kelahiran AMDI diharapkan bisa menjadi media massa mitra pemerintah. “Kita ingin membangun Indonesia yang lebih punya daya saing di tingkat global, negara membutuhkan media untuk bisa menjadi mitra strategis dalam rangka membangun informasi yang kuat tentang Indonesia dan AMDI harus bisa memberikan peran tersebut,” katanya.

Sejak awal berdiri AMDI sendiri siap menjadi wadah organisasi bagi perkembangan media digital atau media online di Indonesia. Organisasinya saat ini telah membina lebih dari 150 media online atau media digital di seluruh Indonesia.

Sejumlah media kelas menengah bergabung dalam organisasi Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI). Diantaranya, halloapakabar.com, eksekutif.com, detak.co, moneter.co, eksplorasi.id, industry.co, BeritaEnam.com, Telegraf.co.id, Indonews.id, Editor.ID, ResourcesAsia.id. Di wilayah Jawa Timur ada SurabayaOnline.co, MaduraNews.id, Malangvoice.com, di Kalsel ada Batulicinnews.com, obsesirakyat.com, media88.com dan banyak lagi. (Red)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?