Telegraf – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ikut mengkritik dengan keras polisi dan tentara agar berhenti melakukan intimidasi dan melakukan tindakan represif terhadap rakyat pada saat kampanye akbar Konser Salam Metal 03 Menang Total di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada. Sabtu, (03/02/202).
Megawati menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum, termasuk simpatisan partainya.
“Ingat, hei polisi jangan lagi intimidasi rakyatku. Hei tentara jangan lagi intimidasi rakyatku. PDI Perjuangan adalah partai sah di republik ini artinya diizinkan untuk mengikuti yang namanya Pemilu, Pemilihan umum langsung adalah hak rakyat bukan kepunyaan kalian, ingat,” tegasnya.
“Jadi kalau mulai hari ini ibu ndak mau lagi dengar, memangnya polisi itu iku sopo yo? Ayo, jangan sok aksi lho,” sambungnya.
Putri Presiden pertama RI Soekarno itu mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia harus sadar terhadap upaya oleh segelintir pihak yang ingin melanggengkan kekuasaan.
Karena itu, Megawati pun mengajak rakyat bersatu untuk melakukan perlawanan bila menemukan hal tersebut.
“Kalau ada yang berniat atau melakukan hal-hal yang merugikan rakyat indonesia, apakah kamu takut? Apakah kamu takut? Kenapa? Kenapa? Karena perundangan kita melindungi seluruh rakyat Indonesia di manapun mereka berada. Apa dia presiden, apa dia menteri, apa dia namanya TNI, Polri, dia adalah rakyat Indonesia, ingat? Betul atau tidak?” ucapnya.
Megawati kembali mengingatkan bahwa siapa pun warga negara Indonesia memiliki derajat yang sama di mata hukum, sekali pun itu presiden.
“Kenapa? Kenapa? Karena perundangan kita itu melindungi seluruh rakyat Indonesia, di mana pun mereka berada. Apa dia presiden, apa dia menteri, apa dia namanya (anggota) TNI, Polri, dia adalah rakyat Indonesia,” ujar Megawati.