Tayangkan Dakwah Disusupi Kampanye, Stasiun TV Ditegur

Tayangkan Dakwah Disusupi Kampanye, Stasiun TV Ditegur

"Ada indikasi penyiaran tentang Pilkada masuk di wilayah tabligh atau dakwah. Langkah kami kita koordinasi dengan MUI mendalami konten dakwah terkait pilkada 2017, ini Masih kordinasi dengan Dewan Pers dan MUI,"

Tayangkan Dakwah Disusupi Kampanye, Stasiun TV Ditegur

Jakarta, Telegraf,- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan teguran resmi kepada tiga stasiun televisi terkait Pilkada 2017. Pasalnya mereka menyisipkan kampanye dalam tayangan dakwah. KPI menyebut ada keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon dalam tayangan secara tidak adil.

“Ada keberpihakan salah satu paslon, ada di 3 lembaga penyiaran dan itu sudah diberi peringatan. Proses pasca-peringatan kita bina lembaga bersangkutan,” ujar Komisioner KPI Nuning Rodiyah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).

“Kita harap (stasiun televisi,red) kembali tidak berpihak. Sudah ada teguran resmi. TV-nya MNC TV, Global TV, dan i-News TV,” kata Nuning.

Nuning juga menjelaskan ada indikasi penyiaran pilkada memasuki wilayah dakwah. KPI sudah berkoordinasi dengan MUI dan Dewan Pers mengenai hal tersebut.

“Ada indikasi penyiaran tentang Pilkada masuk di wilayah tabligh atau dakwah. Langkah kami kita koordinasi dengan MUI mendalami konten dakwah terkait pilkada 2017, ini Masih kordinasi dengan Dewan Pers dan MUI,” imbuh Nuning.

Sementara itu, Ketua KPI Yuliandre Darwis menjelaskan rata-rata pelanggaran stasiun televisi mengenai Pilkada DKI Jakarta. KPI juga akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Jadi KPI punya pandangan itu menjadi sebuah indikasi pelanggaran, oleh sebab itu kami berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum, kalau KPU menyatakan itu tidak menjadi sebuah pelanggaran itu tidak menjadi hal yang khusus. Ini agak intens, kami juga akan rapat dengan Bawaslu supaya ini clear nih,” ujar Yuliandre.

Edo W.

close