Tak Hadir, Sidang Pemakzulan Presiden Korsel Ditunda Lagi

Tak Hadir, Sidang Pemakzulan Presiden Korsel Ditunda Lagi

"Meskipun pengadilan telah meminta kehadirannya, pengacara Park mengatakan bahwa kliennya tidak akan datang kecuali ada keadaan khusus. Jika Park juga tidak hadir untuk kedua kalinya pada Kamis, maka sidang dapat dilanjutkan tanpa dirinya."

Tak Hadir, Sidang Pemakzulan Presiden Korsel Ditunda Lagi


Telegraf, Korea – Sidang perdana pemakzulan terhadap Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, ditunda lantaran ia tidak hadir dalam persidangan yang digelar di Mahkamah Konstitusi tersebut.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan pada Selasa, 3 Januari 2017 menggelar secara singkat sidang perdana terkait pemakzulan terhadap Park Geun-hye, yang diduga terlibat skandal korupsi. Sesi ini ditutup setelah sembilan menit dan ditunda hingga Kamis, 5 Januari 2017 karena Park berhalangan hadir.

Park dimakzulkan pada awal Desember 2016, setelah anggota parlemen mendakwanya dengan skandal korupsi. Dia diyakini terlibat setelah sahabat dekatnya, Choi Soon-sil, didakwa menyalahgunakan kekuasaan.

Kasus pemakzulan terhadap Park dipimpin oleh sembilan hakim. Para hakim tersebut memiliki waktu sebanyak 180 hari untuk memutuskan apakah Park, yang telah ditangguhkan dari tugas, harus mundur atau tetap memegang jabatannya.

Meskipun pengadilan telah meminta kehadirannya, pengacara Park mengatakan bahwa kliennya tidak akan datang kecuali ada keadaan khusus. Jika Park juga tidak hadir untuk kedua kalinya pada Kamis, maka sidang dapat dilanjutkan tanpa dirinya.

Hakim akan menilai apakah Park menyalahgunakan kekuasaan, mengambil bagian dalam suap dan melanggar aturan hukum yang melibatkan sahabat dekatnya, Choi.

Choi dikatakan telah memanfaatkan kedekatannya dengan Park untuk menekan perusahaan-perusahaan besar agar menyumbangkan uang bagi dua yayasan yang ia dikendalikan dan kemudian menggunakan dana itu untuk kepentingan pribadi.

Skandal itu telah mengguncang Korea Selatan, dengan jutaan warga yang melakukan protes massa di jalanan untuk menyerukan pengunduran diri Park dan memaksanya meminta maaf.

Park telah mengakui memberikan Choi akses untuk keputusan pemerintah dan telah meminta maaf untuk skandal ini beberapa kali.

Secara terpisah, pihak berwenang Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa mereka akan segera mengekstradisi putri Choi, Chung Yoo-ra. Ia merupakan seorang mantan atlet berkuda nasional, yang ditangkap di Denmark pada hari Minggu karena tinggal di negara itu secara ilegal.

Bagian dari penyelidikan ke dalam kegiatan Choi berhubungan dengan kuda hadiah dari Samsung untuk Choi, diduga untuk pelatihan Chung. (Red)

Photo credit : AFP Photo/Yonhap


Atti K.

close