Synthesis Development Gandeng SOS Children’s Villages Wujudkan Keluarga Untuk Anak Anak Tanpa Orang Tua

"Sebagai bentuk peran dan kepedulian perusahaan terhadap hal tersebut, aspek sosial dan lingkungan Synthesis Development berkomitmen memberikan kontribusi bagi anak anak indonesia salah satu melalui kampanye #SynthesisMembangunImpian,"

Synthesis Development Gandeng SOS Children’s Villages Wujudkan Keluarga Untuk Anak Anak Tanpa Orang Tua

Telegraf, Jakarta – Synthesis Development sebuah perusahaan pengembang di Indonesia yang memiliki beragam proyek seperti apartemen, ritel, perumahan serta hotel. Walaupun bisnis Synthesis Development tidak melulu memikirkan keuntungan, mengandeng SOS Children’s Villages wujudkan keluarga untuk anak anak yang kehilangan pengasuhan orang tua.

“Sebagai bentuk peran dan kepedulian perusahaan terhadap hal tersebut, aspek sosial dan lingkungan Synthesis Development berkomitmen memberikan kontribusi bagi anak anak indonesia salah satu melalui kampanye #SynthesisMembangunImpian,” ungkap Imron Rosyadi General Manager Marketing Synthesis Development di kantornya Kemang, Jakarta Selatan.

Imron menjelaskan kontribusi yang di berikan kepada SOS Children’s Villages diambil dari presentase nilai atas penjualan setiap unit properti diseluruh proyek Synthesis Development.

“Kami memang hingga saat ini hanya sifatnya memberi bantuan tidak terlibat dalam program pelaksanannya, dan berharap nilainya semakin hari semakin besar, mengapa saya berharap semakin besar karena bukan saja 1 dan 2 proyek dari Synthesis Development tetapi 6 proyek yang ada di Insonesia,” Imron mengatakan.

Lanjut Imron dari 6 proyek tersebut antara lain Basura City, Prajawangsa City, Synthesis Residence Kemang, Samara Suites, green Synthesis Pontianak dan Synthesis Home, yang lebih dari 10.000 unit hunian.

SOS Children’s Villages adalah organisasi sosial non profit yang menyediakan pengasuan alternatif bagi anak anak yang telah atau beresiko kehilangan pegasuhan orang tua yang menjadi kebutuhan utama mereka dalam bentuk keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang.

Sumandang Tondang Fund Development and Communication Direktor SOS Children’s Villages menjelaskan SOS Children’s Villages berdiri sejak tahun 1972 hingga kini sudah memiliki anak asuh sekitar yang tearsebar di 10 kota di Indonesia antara lain Lembang, Bandung, Jakarta, Semarang, Bali, Flores, Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Bogor, Yogyakarta dan Palu.

“Fokus dari SOS Children’s Villages adalah bagaimana mengembalikan hak hak anak seperti pendidikan kesehatan dan pengasuhan. Adapun program basic ada 2, pertama program family bascam bagi anak aanak yang memang sudah kehilangan pengasuhan orang tuanya, jadi kita hadirkan ada ibu, dalam satu rumah yang ada 6-8 anak, dalam 1 kampung (sekitar 8-15 rumah) maka itu kita namakan Villages,” tutur Sumandang (kamis (24/5).

Sumandag menambahkan kita percaya butuh satu desa untuk bertumbuhnya satu orang anak. Karena bukan saja tidak dari pengasuhan saja tetapi dari komunitas dan konsep kaka dan adik dan kita kemas dalam Family bascam. (Red)


Credit Photo: Imron Rosyadi General Manager Marketing Synthesis Development (paling ka) dan Sumandang Tondang Fund Development and Communication Direktor SOS Children’s Villages (paling ki) bersama beberapa anak asuh dari SOS Children’s Villages/telegraf


Share



Komentar Anda