Soni Inginkan Evaluasi Kondisi Pasar Pasca Kabakaran Senen

Soni Inginkan Evaluasi Kondisi Pasar Pasca Kabakaran Senen

"Evaluasi itu harus dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadi lagi kebakaran di lokasi lainnya,"

Soni Inginkan Evaluasi Kondisi Pasar Pasca Kabakaran Senen


Telegraf, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan evaluasi kembali terhadap seluruh kondisi pasar yang tersebar di wilayah Ibu Kota.

Evaluasi tersebut dilakukan pasca terjadinya peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Senen di Blok I dan Blok II, Jakarta Pusat pada hari ini.

“Evaluasi itu harus dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadi lagi kebakaran di lokasi lainnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono di Balai Kota, Jakarta pusat, Kamis 19/01.

Menurut dia, perlu ada pengawasan sekaligus edukasi kepada para pedagang mengenai penggunaan listrik, mengingat peristiwa kebakaran sering kali disebabkan oleh korsleting listrik.

“Penyebab kebakaran yang paling dominan adalah arus pendek listrik atau korsleting listrik. Maka dari itu, pengguna fasilitas harus paham betul soal penggunaan listrik,” ujar Sumarsono.

Selain masalah kelistrikan, dia menuturkan evaluasi tersebut juga akan dilakukan terhadap aspek lain, yakni standarisasi sarana dan prasarana yang ada di seluruh pasar di Ibu Kota.

“Sarana dan prasarana itu sepertinya banyak yang tidak memenuhi standar, misalnya pintu evakuasi, jalur untuk mobil pemadam yang sempit dan lain-lain. Sehingga, harus dievakuasi kembali,” tutur Sumarsono.

Lebih lanjut, dia pun mengharapkan dari hasil evaluasi tersebut, akan ada langkah konkrit yang lebih komprehensif untuk perbaikan dalam jangka panjang.

Seperti diketahui, sekitar pukul 04.30 WIB, api telah membakar Pasar Senen Blok I dan Blok II. Sampai dengan saat ini, proses pemadaman masih terus berlangsung. Sebanyak 57 mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono juga meminta kepada petugas yang ada di lapangan agar menjaga keamanan di area sekitar lokasi kebakaran Pasar Senen Blok I dan Blok II, Jakarta Pusat.

“Saya sudah minta aparat keamanan yang ada di lapangan supaya meningkatkan keamanan di sekitar area lokasi kebakaran,” kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut pria yang lebih sering dipanggil Soni itu, peningkatan keamanan di sekitar area lokasi kebakaran tersebut harus dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak kriminal.

“Jangan sampai ada penjarahan atau tindak kejahatan lainnya. Makanya, keamanan di sekitar area lokasi kebakaran itu harus ditingkatkan. Jangan sampai ada yang lengah,” ujar Soni.

Lebih lanjut, dia menuturkan upaya pemadaman kebakaran masih terus berlangsug sampai dengan saat ini. Namun, hembusan angin yang terlalu kencang membuat api sulit dipadamkan.

“Memang apinya itu sampai sekarang masih belum padam seluruhnya. Hembusan angin membuat api itu terus menyala. Jadi, belum tuntas seratus persen. Tapi kami terus padamkan,” tutur Soni.

Sementara itu, dia mengungkapkan penyebab pasti kebakaran pasar tersebut masih belum diketahui hingga saat ini. Penyelidikan akan terus dilakukan secara lebih rinci.

“Dugaan sementara memang disebabkan oleh korsleting listrik. Tapi itu masih laporan sementara. Makanya, kami harus lakukan penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut lagi,” ungkap Soni.

Sekitar pukul 04.30 WIB, api telah membakar Pasar Senen Blok I dan Blok II. Sampai dengan saat ini, proses pemadaman masih terus berlangsung. Sebanyak 57 mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api tersebut. (Red)


Atti K.

close