Soni Ajak PNS DKI Nobar Debat Calon Pemimpin Ibukota

"Acara nobar digelar agar para PNS, khususnya pejabat eselon II mengetahui visi dan misi masing-masing pasangan calon. Supaya tahu apa saja visi misinya. Jadi kami adakan nobar, karena kan salah satu dari ketiganya nantinya akan memimpin Ibukota,"

Soni Ajak PNS DKI Nobar Debat Calon Pemimpin Ibukota

Jakarta, Telegraf – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan mengajak pejabat DKI nonton bareng (nobar) debat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Soni ingin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta menyimak dan memahami visi misi masing-masing pasangan calon.

Visi misi itu akan dipaparkan dalam acara debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI (KPUD DKI) Jumat, (13/1/2017).

“Saya ingin adakan nobar Debat Cagub dan Cawagub di Balai Kota. Saya akan ajak PNS (pegawai negeri sipil) untuk ikut nobar, agendanya diawali dengan makan bersama dan nonton debat Pilkada paslon (pasangan calon) bersama di Balkot (Balai Kota). Selesai debat baru ramai-ramai ke Gambir (stasiun),” ujar Soni di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

Rencananya, lanjut pria yang akrab disapa Soni ini “nobar” debat akan dilakukan di Balai Kota mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Acara diawali dengan makan malam bersama.

Acara nobar dilakukan agar para PNS, khususnya pejabat eselon II mengetahui visi dan misi masing-masing pasangan calon. “Supaya tahu apa saja visi misinya. Jadi kami adakan nobar, karena kan salah satu dari ketiganya nantinya akan memimpin Ibukota,” tambahnya.

Menurut Soni, ia juga ingin mengetahui jawaban dari masing-masing pasangan calon. Sembari berkelakar Sumarsono mengatakan, dengan menonton debat mereka bisa memperdiksi siapa yang akan memenangkan Pilkada 2017.

“Anggap saja kata menonton bola bareng. Yang menang tim A atau B,” canda Soni.

Soni sengaja tidak datang langsung ke lokasi debat KPUD DKI yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Alasannya, dengan menonton melalui siaran televisi dari Balai Kota pihaknya bisa menjaga netralitas sebagai Plt Gubernur DKI dari tendensi-tendensi politis.

“Kalau saya datang riskan. Wajah saya akan sering di-shot kamera. Gestur badan dan raut muka bakalan kelihatan. Nanti pas saya senyum dan tepuk tangan habis paslon A jawab, saya dibilang dukung lagi. Mending nobar di Balai Kota saja sama PNS,” katanya.

Debat Cagub-Cawagub DKI pada Jumat mendatang merupakan acara pertama yang dilaksanakan KPUD DKI. Debat selanjutnya akan digelar pada 27 Januari dan 10 Februari 2017.

Usai debat publik, Pilgub DKI akan memasuki masa tenang dan pembersihan alat peraga pada 12 sampai 14 Februari 2017. Pemungutan dan penghitungan suara akan berlangsung pada 15 Februari 2017 dan rekapitulasi suara pada 16-27 Februari 2017.

Usai menonton bersama, mereka akan menuju Yogyakarta menggunakan kereta wisata. Soni dan pimpinan SKPD itu akan menggelar rapat selama perjalanan. “Setelah selesai nonton debat baru ramai-ramai ke Stasiun Gambir,” jelas Sumarsono.

Perjalanan rapat kerja dengan kereta wisata akan dimulai pukul 22.00. Sesuai jadwal, mereka akan berangkat ke Yogyakarta pada Jumat, 13 Januari sampai Minggu, 15 Januari. Ada empat gerbong yang akan membawa mereka ke Kota Pelajar.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri itu belum bisa menyebutkan berapa jumlah kepala SKPD yang akan ikut. Ia memperkirakan lebih dari 90 persen SKPD akan bertolak ke Kota Gudeg itu.

“90 persen SKPD bisa ikut. Kalau ada satu atau dua orang yang berhalangan nggak ada masalah,” lanjutnya.

Soni menambahkan, rapim tersebut dipastikan cukup efektif untuk membahas isu-isu krusial di lingkungan Pemprov DKI karena akan di-setting layaknya rapim di ruang rapat Balai Kota. Dalam rapim itu, ada empat bidang yang akan dibahas, yakni bidang pemerintahan, perekonomian, administrasi, dan kesejahteraan rakyat.

Ia juga menyampaikan, ini bukan pertama kalinya membuat kebijakan penting dalam rapat di kereta api.

Soni mencontohkan saat ia mengambil kebijakan pengoperasian Terminal Pulogebang. Kebijakan itu diputuskan saat dia rapat di dalam kereta api bersama Kementerian Perhubungan.

“Kan digerbong ada meja rapat, seperti yang saya lakukan dengan Kemenhub. Semua keputusan mengenai Pulogebang kan diputuskan di atas kereta api ketika saya keliling kontrol inspeksi jalan kereta api, teknisnya sederhana,” ujar Soni. (Edi Winarto)

Edo W.

close