Senyum Presiden untuk Pedagang Pasar Boyolali

Senyum Presiden untuk Pedagang Pasar Boyolali

Sebagai rasa bahagianya Presiden memakaikan celemek kepada sejumlah pedagang sebagai tanda diresmikannya pasar rakyat tersebut. Kebersamaan dan kesederhanaan diperlihatkan Jokowi saat berbaur dan berdialog dengan para pedagang pasar. Suasana tampak mencair.

Senyum Presiden untuk Pedagang Pasar Boyolali

Boyolali, Telegraf,- Senyum bahagia tersirat dari wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyaksikan warga masyarakat Boyolali memadati pasar Sambi di Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Ya, hari itu Pak Presiden meresmikan pasar rakyat. Pusat warga masyarakat melakukan kegiatan ekonomi.

Sebagai rasa bahagianya Presiden memakaikan celemek kepada sejumlah pedagang sebagai tanda diresmikannya pasar rakyat tersebut. Kebersamaan dan kesederhanaan diperlihatkan Jokowi saat berbaur dan berdialog dengan para pedagang pasar. Suasana tampak mencair.

Presiden tiba di Pasar Sambi Senin pagi sekitar jam 09.00 WIB, Senin (30/1). Sebelum menggunting bunga di pintu masuk pasar, Presiden memakaikan celemek warna merah kepada perwakilan pedagang di pasar tersebut di antaranya Rodiyah pedagang ikan segar, Lilik Sartini pedagang lantengan, Sulastri, dan Ibu Hadi.

“Pagi hari ini saya berbahagia sekali bisa segera meresmikan Pasar Sambi di Kecamatan Sambi,” kata Presiden yang senyum penuh ceria.

Saat kecil, Jokowi mengaku kerap melewati pasar tersebut tapi belum pernah masuk. “Saya tahu pasar ini sebelumnya, seperti apa nanti masuk, semoga juga pasarnya rapi bersih, yang datang membeli juga nyaman,” katanya.

Presiden ingin agar pasar tradisional atau pasar rakyat tidak kalah dengan pasar modern.

Pemerintah menargetkan membangun dan merevitalisasi 5.000 pasar tradisional dalam lima tahun. “Itu target, kalau tidak, nanti pasar rakyat akan kalah dengan pasar modern, mall, supermarket, hipermarket. Saya enggak mau,” katanya.

Ia berpesan agar pasar yang direvitalisasi tersebut terus dijaga dan dipelihara.

Dalam laporannya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan revitalisasi Pasar Sambi dijadwalkan selama setahun tetapi selesai dalam waktu enam bulan dengan dana APBN sebesar Rp 6 miliar.

“Total pedagang di Pasar Sambi sebanyak 572 orang meliputi pedagang los 314 orang, pedagang pelataran 194 orang, pedagang kios baru 29 orang, dan pedagang yang menempati kios lama 35 orang,” katanya.

Pasar Kosambi berada di lahan seluas 4.959 m2 dengan luas bangunan 4.539 m2.

Presiden didampingi sejumlah pejabat termasuk Mendag Enggartiasto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Selama sekitar 30 menit Presiden berada di pasar tersebut kemudian melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Boyolali untuk meluncurkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) di sentra kerajinan logam di Desa Tumang.

Edo W.

close