Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sederhanakan Perijinan untuk Tarik Investor Migas
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
DidaktikaEkonomika

Sederhanakan Perijinan untuk Tarik Investor Migas

Edo W. Selasa, 28 Maret 2017 | 11:28 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Jakarta, Telegraf – Kebutuhan minyak dan gas secara nasional hingga 2025 mendatang akan terus meningkat seiring peningkatan populasi ekonomi. Sementara, produksi migas semakin menurun karena belum dioptimalkannya penemuan sumur baru terkait mahalnya investasi pengeboran minyak.

Untuk menggairahkan kembali masuknya investor asing untuk mengeksplorasi migas di Indonesia kuncinya adalah faktor perijinan harus lebih disederhanakan.

Vice President External Relation SKK Migas Taslim Yunus mengharapkan perijinan investasi di sektor migas lebih disederhanakan dan menarik minat investor. Karena faktor perizinan jadi salah satu kendala eksplorasi sumur baru. Padahal sumur baru butuh investasi yang cukup besar untuk bisa segera dioperasikan.

Setidaknya kini ada 373 perizinan dari survei sampai produksi dan 82 perizinan di antaranya ada di daerah.

“Kami berkeliling ke daerah-daerah dan kampus untuk meyakinkan agar produksi minyak cepat dilakukan.” ujar Taslim Yunus pada seminar bertema The Breakthrough of Oil and Gas Industry in Global Era yang diselenggarakan American Association of Petroleum and Geologist chapter UPN Yogya di Fakultas Ekonomi UPN Veteran, Yogyakarta, Sabtu lalu.

Sementara itu Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan minyak nasional yang hingga saat ini belum tercukupi dari produk minyak nasional, pemerintah menawarkan sumur minyak baru di kawasan timur Indonesia. Dari hasil penelitian dan riset masih ada 74 cekungan minyak di kawasan ini.

Baca Juga :  OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

“Eksplorasi terus dilakukan untuk menemukan sumber-sumber minyak baru terutama di wilayah Indonesia Timur yang diperkirakan lebih dari 80% belum tereksplorasi,” ujar mantan Sekretaris Dirjen Energi terbarukan ini.

Seperti diketahui, saat ini ada 800 ribu barel per hari produksi minyak di Indonesia dengan kebutuhan minyak 1,4 juta barel per hari. Itu artinya, ada sekitar 500 ribu-600 ribu barel minyak harus diimpor.

Tunggal menjelaskan Indonesia Timur selama ini belum banyak dieksplorasi karena memiliki tantangan lebih berat, di antaranya kondisi wilayah yang lebih asing, lautan lebih dalam, dan memiliki tiga lempeng (Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik).

Bahkan ahli-ahli yang mampu mengebor minyak di Timur Tengah atau daerah lain akan kesulitan saat menemui medan di Indonesia Timur. “Agar ada investasi ke sana, pemerintah bertugas membuat (kebijakan) yang fair buat kita (negara) dan investor. Kebijakan itu antara lain insentif laut yang tecermin pada Permen ESDM No 08/2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split,” papar alumni ITB 1982 itu.

Mantan Wadirut Pertamina yang kini jadi pemerhati energi minyak dan gas Ahmad Bambang menyatakan kesulitan eksplorasi di Indonesia Timur jadi tantangan bagi generasi sekarang dan mendatang untuk menemukan teknologi dan metode tepat dan efisien.

“Seperti di AS, dengan teknologi shale gas, ­Amerika Serikat bisa berubah dari importir minyak kini mencukupi minyak sendiri hingga bisa mengekspor.”


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit
Baju Padel Wanita
5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000
Waktu Baca 4 Menit
Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial
Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia

Waktu Baca 6 Menit

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?