Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sanggar Gandes Pamantes, Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Sanggar Gandes Pamantes, Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi

Atti K. Selasa, 24 September 2019 | 13:37 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
sanggar tari tradisi gandes pamantes
Sanggar Tari Gandes Pamantes helat pagelaran tari di Transamart Yasmin, Bogor, Jawa barat
Bagikan

Telegraf, Bogor – Alunan musik senada mengiringi tarian khas ranah pasundan. Para penari khusyuk melatih gerakan mereka di depan bilah kaca, sembari mengikuti arahan instruktur yang mencontohkan tarian. Inilah rutinitas yang akrab terlihat dalam Sanggar Tari Gandes Pamantes, yang berada di Cilubangnagrag, JL Raya Cifor, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sanggar tari gandes pamantes adalah sanggar tari yang mengajarkan tari tradisonal dan tari kreasi. Selain tari tradisonal dan kreasi, sanggar menciptakan tari garapan yang dipentaskan dalam festival atau lomba tari. Bahkan, sanggar gandes pamantes memiliki banyak prestasi dan program sanggar di setiap tahunnya.

Indi Febriyanti selaku pendiri sanggar menuturkan bahwadirinya merasa bahwa dampak pengaruh luar lambat laun mengikis kebudayaan lokal sebagai warisan nenek moyang. Sanggar Tari Gandes Pamantes berusaha hadir guna mempertahankan eksistensi tradisi lewat seni tari.

Nama sanggar tari tradisional “Gandes Pamantes” berasal dari istilah “Gandes” yaitu gadis atau wanita, sedangkan  kata “Pamantes” yaitu pantas yang berasal dari bahasa Sunda.

“Yang secara keseluruhan, nama gandes pamantes memiliki arti bahwa gadis-gadis cantik yang selalu pantas dilihat dan menarik.” Terang Indi, Selasa (24/09/2019).

Berakar dari seni tari tradisi, Sanggar gandes pamantes dominan memberikan pertunjukan tari mengunakan bahan baku dari perbendaharan kesenian Sunda yang kemudian dikembangkan dengan inspirasi dan inovasi dan dari pengalamanya sendiri dalam maupun luar negeri.

Indi mengungkapkan, dirinya berusaha menghadirkan tari tradisi yang menarik. Dalam dunia tari kontemporer, selain menciptakan gerak-gerak tari, dirinya kerap mengiringi dengan tradisi dan budaya.

Seperti tarian berjudul  lawang rasa yang merupakan tari kreasi jaipongan garapan dari sanggar gandes pamantes yang berkolaborasi dengan penata musik iki boleng menggunakan gamelan jawa barat.

“Jadi tarian lawang rasa ini memang mengejawantahkan nilai positif masyarakat sunda, yang mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati.” Ungkap Indi.

Dalam tarian ini, para penari wanita ini menghadirkan gerakan luwes dengan mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda.

Tari Lawang Rasa sebagai kreativitas Sanggar Tari Gandes Pamantes kerap dipentaskan dalam berbagai perhelatan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan tari Lawang Rasa ini akan  dikolaborasikan dengan berbagai kesenian kontemporer yang lebih bersifat hiburan. (Red)


Credit photo : Sanggar Tari Gandes Pamantes helat pagelaran tari tradisi di Transamart Yasmin, Bogor, Jawa barat. File/Dok/Sanggar Gandes Pamantes


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?