Sanggar Gandes Pamantes, Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi

"Tarian lawang rasa, mengejawantahkan nilai positif masyarakat sunda, yang mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati.”

Sanggar Gandes Pamantes, Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi

Telegraf, Bogor – Alunan musik senada mengiringi tarian khas ranah pasundan. Para penari khusyuk melatih gerakan mereka di depan bilah kaca, sembari mengikuti arahan instruktur yang mencontohkan tarian. Inilah rutinitas yang akrab terlihat dalam Sanggar Tari Gandes Pamantes, yang berada di Cilubangnagrag, JL Raya Cifor, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sanggar tari gandes pamantes adalah sanggar tari yang mengajarkan tari tradisonal dan tari kreasi. Selain tari tradisonal dan kreasi, sanggar menciptakan tari garapan yang dipentaskan dalam festival atau lomba tari. Bahkan, sanggar gandes pamantes memiliki banyak prestasi dan program sanggar di setiap tahunnya.

Indi Febriyanti selaku pendiri sanggar menuturkan bahwadirinya merasa bahwa dampak pengaruh luar lambat laun mengikis kebudayaan lokal sebagai warisan nenek moyang. Sanggar Tari Gandes Pamantes berusaha hadir guna mempertahankan eksistensi tradisi lewat seni tari.

Nama sanggar tari tradisional “Gandes Pamantes” berasal dari istilah “Gandes” yaitu gadis atau wanita, sedangkan  kata “Pamantes” yaitu pantas yang berasal dari bahasa Sunda.

“Yang secara keseluruhan, nama gandes pamantes memiliki arti bahwa gadis-gadis cantik yang selalu pantas dilihat dan menarik.” Terang Indi, Selasa (24/09/2019).

Berakar dari seni tari tradisi, Sanggar gandes pamantes dominan memberikan pertunjukan tari mengunakan bahan baku dari perbendaharan kesenian Sunda yang kemudian dikembangkan dengan inspirasi dan inovasi dan dari pengalamanya sendiri dalam maupun luar negeri.

Indi mengungkapkan, dirinya berusaha menghadirkan tari tradisi yang menarik. Dalam dunia tari kontemporer, selain menciptakan gerak-gerak tari, dirinya kerap mengiringi dengan tradisi dan budaya.

Seperti tarian berjudul  lawang rasa yang merupakan tari kreasi jaipongan garapan dari sanggar gandes pamantes yang berkolaborasi dengan penata musik iki boleng menggunakan gamelan jawa barat.

“Jadi tarian lawang rasa ini memang mengejawantahkan nilai positif masyarakat sunda, yang mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati.” Ungkap Indi.

Dalam tarian ini, para penari wanita ini menghadirkan gerakan luwes dengan mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda.

Baca Juga  Maluku Untuk Indonesia dan Indonesia Untuk Maluku dari MVI di CFD

Tari Lawang Rasa sebagai kreativitas Sanggar Tari Gandes Pamantes kerap dipentaskan dalam berbagai perhelatan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan tari Lawang Rasa ini akan  dikolaborasikan dengan berbagai kesenian kontemporer yang lebih bersifat hiburan. (Red)


Credit photo : Sanggar Tari Gandes Pamantes helat pagelaran tari tradisi di Transamart Yasmin, Bogor, Jawa barat. File/Dok/Sanggar Gandes Pamantes


Bagikan Artikel



Komentar Anda