Saat Mutmain Bangga Bisa Kawal Gubernur

Saat Mutmain Bangga Bisa Kawal Gubernur

"Apalagi yang kami kawal pak Soni Sumarsono, orangnya merakyat dan sangat perhatian dengan kami wong cilik,"

Saat Mutmain Bangga Bisa Kawal Gubernur


Telegraf – H. Mutma’in, Saefulloh, Dhika, Habibi, Eko dan kawan-kawan adalah pengawal jalan atau voorijder. Tugas mereka mengawal agar kendaraan yang ditumpangi Plt. Gubernur Soni Sumarsono berjalan lancar. Selain itu tugas para punggawa dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta ini menjaga keselamatan Soni di jalan dari resiko kecelakaan.

Memang demi menjaga keselamatan pemimpin Indonesia, baik itu Presiden atau Gubernur, UU Jalan Raya Nomor 22/2009 pasal 134 secara tegas mengatur keselamatan pimpinan lembaga negara, ketika berada di jalan raya.

H. Mutma’in mengaku bangga bisa mengawal kembali kegiatan Gubernur. “Dulu kami tidak bertugas melakukan pengawalan padahal kami sudah dilatih menggunakan kendaraan motor besar, safety riding termasuk standar operasi prosedur pengawalan pimpinan di jalan raya, ada SOP nya,” ujar Mutma’in.

Kenapa anda bangga? “Ya, karena eksistensi kami sebagai pengawal jalan raya kembali diperhatikan masyarakat, bangga dong,” kata pria yang mengaku sudah 13 tahun mengabdi di Dishub sebagai pengawal voorijder.

Mutma’in mengaku sejak ia dipercaya pimpinannya dari Dishub untuk menjalankan tugas pengawalan terhadap Plt. Gubernur Soni, ia langsung merasa bangga dan bahagia. “Saya senang karena bisa ikut merasakan bagaimana padatnya kegiatan pak Soni, beliau sosok pejabat yang bekerja keras dari pagi hingga malam, saya bisa ikut merasakan suasananya,” ujar Mutma’in.

Pengakuan sama diutarakan Saefulloh. Pria yang juga bertugas sebagai Patwal Gubernur selama 12 tahun ini mengaku senang bisa ikut terlibat dalam pengawalan Gubernur. “Apalagi yang kami kawal pak Soni Sumarsono, orangnya merakyat dan sangat perhatian dengan kami wong cilik,” ujar Saefulloh.

Saefulloh punya pengalaman khusus sewaktu mengawal Soni Sumarsono. Ia mengaku sering diajak makan di warung sederhana oleh Soni. “Saya nggak menyangka pak Soni itu pemimpin sederhana, ia mengajak kami makan di warung Soto Kudus di kawasan Bekasi, disana beliau sering mengajak makan bareng dalam satu meja,” aku Saefulloh mengenang bagaimana merakyatnya Soni.

Yang membuat bangga Saefulloh, sosok Soni Sumarsono sangat memperhatikan dan mengenali satu persatu sopir, pengawal hingga petugas voorijder. “Beliau sangat perhatian dengan kami orang kecil begini,” tuturnya.

Saefulloh mengaku semasa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pengawalan voorijder memang tidak dipakai. “Jaman pak Ahok kami jarang dipergunakan, ya sedih juga kan kami sudah dilatih secara khusus untuk melakukan pengawalan VIP, namun kami justru dipakai hanya pada saat-saat tertentu, buat kami mengawal pak Gubernur itu merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan,” kata Saefulloh.

Namun, kini ketika Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menggunakan fasilitas itu, Saefulloh sangat senang. Ia dan teman-temannya kembali merasakan bisa mengawal dan mengamankan Gubernur. Yang lebih penting bagi Saefulloh, pak Soni orangnya sangat komunikatif. “Beliau selalu mencari kami kalau beliau sedang makan, selalu ingat kami,” ungkap Saefullah.

Voorijder memang fasilitas bagi pimpinan lembaga negara dalam menjalankan tugas kenegaraan. Sehingga Soni selalu dikawal dua motor besar voorijder ketika beraktivitas di luar Balai Kota. Selain itu, pengawalan tersebut juga selalu digunakan ketika berangkat ke Balai Kota dari rumah dinas gubernur dan kembali pulang ke rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Ada empat personel Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta yang bertugas mengawal Sumarsono. Mereka dibagi ke dalam dua shift sehingga Sumarsono dikawal oleh dua voorijder tiap harinya.

Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDH dan KLN) DKI Jakarta, Muhammad Mawardi, menjelaskan, pengawalan motor voorijder merupakan fasilitas dan hak yang didapatkan gubernur.

“Jadi, kemarin Pak Ahok tidak berkenan (pakai voorijder), Pak Soni (Sumarsono) berkenan. Tergantung mood pimpinan,” kata Mawardi seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (26/12/2016).

Dia mengatakan, Kepala Dishubtrans DKI Jakarta yang berwenang menentukan jumlah pengawalan menggunakan motor voorijder. Setahu dia, Sumarsono dikawal oleh dua motor voorijder setiap harinya.

Biro KDH dan KLN, kata Mawardi, menawarkan fasilitas itu kepada Sumarsono sejak dilantik menjadi Plt. Gubernur DKI Jakarta.

“Kami tawarkan, apa Bapak berkenan (menggunakan voorijder)? Beliau bilang, siapkan saja (motor voorijder) untuk kelancaran aktivitas,” kata Mawardi.

Ahok memang sudah lama tidak menggunakan voorijder, namun ketika akan bertemu Presiden Republik Indonesia atau ada acara kenegaraan, dia juga minta dikawal voorijder. Ahok terlihat masih menggunakan motor voorijder. (EW)


Edo W.

close