Realisasi Pendapatan Negara Tahun Lalu 86,9% Dari Target

"Kami masih menuliskan angka sementara (realisasi APBN-P 2016) karena yang pasti dalam bentuk laporan keuangan yang audited,"

Realisasi Pendapatan Negara Tahun Lalu 86,9% Dari Target


Telegraf, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan realisasi penerimaan negara tahun 2016 sebesar Rp1.582,9 triliun atau hanya sekitar 86,9 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P sebesar Rp1.786,2 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan realisasi pendapatan negara ini terdiri dari pendapatan dalam negeri sebesar Rp1.546 triliun atau 86,6% dari target yakni dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.283,9 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp282,4 triliun. Sedangkan penerimaan hibah sebesar Rp5,8 triliun atau 295,2% dari target.

“Kami masih menuliskan angka sementara (realisasi APBN-P 2016) karena yang pasti dalam bentuk laporan keuangan yang audited,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Menjaga APBN Sebagai Instrumen Kebijakan Yang Kredibel, Efektif dan Efisien, serta Berkelanjutan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1).

Sementara itu, untuk realisasi sementara belanja negara tahun 2016 sebesar Rp1.898,6 triliun atau 89,3% dari target dalam APBN-P yang sebesar Rp2.082,9 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah sebesar Rp1.148,8 triliun atau 96,1% dari target, dan transfer ke daerah sebesar Rp718,3 triliun atau 91,9% dari target.

Dengan demikian, defisit anggaran untuk tahun 2016 sebesar Rp330,3 triliun atau 2,46% terhadap Produk Domestk Bruto (PDB). Defisit anggaran tersebut lebih tinggi dibanding target dalam APBN-P 2016 yang sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35% terhadap PDB.

“Kalau untuk anggaran tahun 2015, ini sudah audited, defisit anggarannya (APBN) sebesar Rp323,1 triliun atau 2,80 persen terhadap PDB,” ujarnya. (Red)

Baca Juga :   Kemenhub Pastikan Pergerakan Transportasi Terkendali

Photo credit : Antara


Atti K.

close