Presidensi G20, Indonesia Dorong Pemerataan Kemakmuran Dunia

Presidensi G20, Indonesia Dorong Pemerataan Kemakmuran Dunia

“Kita patut bersyukur bahwa Indonesia dipercaya sebagai ketua, keketuaan atau Presidensi G20. Pengakuan yang membuktikan bahwa kita mampu dan bisa,”

Presidensi G20, Indonesia Dorong Pemerataan Kemakmuran Dunia

Telegraf – Pegang Presidensi G20, Indonesia akan mengoptimalkan kepercayaan sebagai kontribusi langsung dalam upaya pemerataan kemakmuran dunia ketika menghadapi berbagai tantangan yang akan datang ke depan.

“Kepercayaan memegang presidensi G20 ini akan kita optimalkan, kita gunakan untuk berkontribusi bagi kemakmuran dunia yang lebih merata, yang lebih adil dan lebih inklusif, bagi dunia yang lebih tangguh terhadap krisis, serta tangguh menghadapi perubahan iklim,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilansir dari Setkab, Jumats (20/11/2021).

Menurutnya, Indonesia harus terus-menerus berkontribusi bagi dunia yang lebih damai dan toleran.

“Sebagai negara muslim terbesar di dunia dengan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa menjadi rujukan bagi dunia. Islam yang berkemajuan dan Islam wasathiyah yang diperjuangkan Persyarikatan Muhammadiyah, bukan hanya penting bagi Indonesia tetapi juga relevan bagi dunia,” ucapnya.

Ia menyampaikan, Indonesia menjadi negara berkembang pertama yang mendapatkan kepercayaan dan kehormatan memegang Presidensi G20.

“Kita patut bersyukur bahwa Indonesia dipercaya sebagai ketua, keketuaan atau Presidensi G20. Pengakuan yang membuktikan bahwa kita mampu dan bisa,” ungkapnya.

G20 atau Group of Twenty adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. G20 merupakan forum ekonomi utama dunia yang memiliki posisi strategis karena secara kolektif mewakili sekitar 65 persen penduduk dunia, 79 persen perdagangan global, dan setidaknya 85 persen perekonomian dunia.

Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris Raya, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Pada 31 Oktober 2021 lalu, Jokowi secara resmi menerima tongkat estafet Presidensi G20 dari Perdana Menteri Italia Mario Draghi.

Selanjutnya, Indonesia akan memegang Keketuaan atau Presidensi G20 mulai dari 1 Desember 2021 hingga awal November 2022. Selama mendapatkan kepercayaan memegang Presidensi itu, Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan sejumlah event pertemuan internasional terkait lainnya.

Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger atau“ Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat”, Presidensi G20 Indonesia akan mendorong upaya bersama untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Photo Credit: Presiden Jokowi ditemani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani berbincang dengan Perdana Menteri Italia Mario Draghi. BPMI/Layle Re
Edo W.

close