Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Presiden Didesak Beri Kesempatan Daerah Kerjakan Proyek Infrastruktur
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Presiden Didesak Beri Kesempatan Daerah Kerjakan Proyek Infrastruktur

Edo W. Kamis, 17 Agustus 2017 | 01:00 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Jakarta, Telegraf – Dominasi pekerjaan infrastruktur yang hanya dikuasai pengusaha Jakarta mulai diprotes. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan kontraktor daerah ikut mengerjakan proyek infrastruktur.

“Ini agar tidak dimonopoli dari perusahaan Jakarta. Berikan kesempatan pengusaha daerah turut berpartisipasi sebagai sub kontraktor dari penggarap proyek infratruktur jangan pusat terus,” ujar Eddy Ganefo disela-sela penandatangan Mou antara ADHI dengan APPHISI di Kantor Kadin, Jakarta.

Untuk menggerakkan dan membangkitkan roda perekonomian, BUMN harus memberikan pekerjaan sub kontraktor kepada pengusaha daerah. Jangan pekerjaan ini disubkan atau diambil semua dari pengusaha Jakarta.

“Sehingga kalau diambil pengusaha Jakarta maka uang akan kembali ke Jakarta tidak menggerakkan ekonomi daerah. Tapi kalau menggunakan perusahaan daerah uang akan tetap berada di daerah menjadi perputaran ekonomi,” tandasnya.

Kadin, lanjut Eddy Ganefo, mengharapkan anggaran pemerintah baik berasal dari pinjaman atau loan dari luar, agar dibelanjakan sampai ke tingkat UKM di daerah.

“Umpamanya ada proyek besar infrastruktur, dan sebagainya yang nilainya juga besar harapan kami, jangan semua pekerjaan itu dikerjakan oleh dia sendiri atau dibawa dari luar daerah. Namun usulan kami supaya diberdayakan pengusaha daerah dan tenaga kerja daerah,” kata Eddy.

Dengan demikian maka akan terjadi perputaran ekonomi di daerah dan tentu ekonomi akan hidup

Selain masalah keadilan dan pemerataan pembangunan, Eddy mengatakan, kunci mengembalikan pertumbuhan ekonomi ada dua hal. Pertama, harus menciptakan situasi yang kondusif. Baik itu hubungan antar anak bangsa, antar partai politik, antar agama.

Kedua adalah bagaimana membuat kemudahan berusaha bagi pengusaha itu lebih mudah. Jadi easy of doing bussiness kita menjadi lebih baik.

Eddy Ganefo mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha, Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah mengeluarkan sejumlah paket kebijakan ekonomi, yang tujuannya mempermudah pengusaha dengan konsep easy of doing bussiness tersebut.

Baca Juga :  OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Karena selama ini regulasi perijinan sangat panjang sekali dan biayanya juga besar.

“Hanya saja kebijakan Bapak Presiden ini belum begitu berjalan dengan baik di daerah, ini terjadi mulai pemerintahan provinsi, kabupaten dan kota masih tetap menggunakan paradigma lama,” ujar Eddy.

Jadi harapan kami, lanjut Eddy, pemerintahan kabupaten dan kota maupun propinsi itu segera melaksanakan paket kebijakan ekonomi yang sudah diwajibkan Presiden, termasuk dengan stakeholders terkait.

“Agar dengan kemudahan berusaha seperti prosedur birokrasi dipotong, biaya yang murah maka akan menciptakan daya saing yang tinggi dan menghasilkan harga murah sehingga masyarakat kembali memiliki daya beli dan mereka membelanjankan uangnya kembali,” katanya.

Sekarang ini, lanjut Eddy, semua menahan diri, Eddy tidak setuju pandangan yang mengatakan belakangan daya beli masyarakat berkurang. “Sebenarnya mereka punya uang tapi tidak mau belanja, masih menahan diri,” katanya.

Yang paling harus dibenahi, menurit Eddy adalah masalah birokrasi dan perijinan ini susah. “Belum semua instansi menjalankan perintah Presiden, termasuk juga instansi di pusat ada yang belum begitu menjalankan perintah Presiden. Kita mau mengambil ijin ekspor masih dipersulit,” ujar Eddy.

Karena pola yang ada sekarang ini baik impor maupun ekspor, masih menggunakan pola kuota. “Harusnya kita rombak dari sistem kuota menjadi sistem tarif. Maka kalau dengan sistem tarif akan terjadi persaingan dan dampaknya akan menciptakan daya saing yang tinggi sehingga harga menjadi lebih murah,” katanya.

Eddy mengambil contoh dalam kebijakan impor daging sapi. “Harga daging dari Australia cuma Rp 35 ribu kok disini mahal sampai Rp 100 ribu. Harusnya kita bisa jual hanya Rp 60 ribu saja sudah dapat untung. kenapa itu terjadi karena kita pake kuota tadi,” paparnya. (Tim)

Photo Credit : Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?