Polri Mutasi Dua Kapolda dan Empat Wakapolda

Polri Mutasi Dua Kapolda dan Empat Wakapolda

"Wakabaintelkam Irjen Paulus Waterpauw dipercaya menduduki jabatan Kapolda Sumatera Utara menggantikan pejabat lama Irjen Rycko Amelza Dahniel yang dipromosikan menjabat Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol). Sementara kursi Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Anas Yusuf digeser sebagai analis utama di Lemdiklat."

Polri Mutasi Dua Kapolda dan Empat Wakapolda


Telegraf, Jakarta – Perombakan sejumlah pejabat di jajaran Kepolisian Republik Indonesia kembali terjadi. Sejumlah jenderal di mutasi, diantaranya dua kapolda dan empat Wakapolda. Berdasarkan TR nomor ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017 ada 109 pejabat yang dimutasi.

Wakabaintelkam Irjen Paulus Waterpauw dipercaya menduduki jabatan Kapolda Sumatera Utara menggantikan pejabat lama Irjen Rycko Amelza Dahniel yang dipromosikan menjabat Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol).

Sementara kursi Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Irjen Anas Yusuf digeser sebagai analis utama di Lemdiklat.

Posisi Wakabaintelkam selanjutnya diisi oleh Brigjen Lucky Hermawan yang saat ini duduk sebagai Karo Renmin Baintelkam.

Kursi Kapolda Maluku Utara diserahkan oleh Brigjen Tugas Dwi Aprianto kepada Brigjen Achmat Juri. Tugas naik pangkat jadi Irjen sebagai Sahli Sosbud Kapolri.

“Benar TR-nya sudah keluar,” kata Asisten SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto ketika dihubungi Sabtu (3/06/2017).

Selain itu juga ada empat kursi Wakapolda yang akan diserahterimakan. Mereka yakni Wakapolda Sulsel dari Brigjen Gatot Eddy Pramono kepada Brigjen Mas Guntur Laupe.

Begitupula Wakapolda Jatim Brigjen Gatot Subroto yang akan diganti oleh Brigjen Awan Samodra. Wakapolda Maluku dari Brigjen Musa Ginting kepada Brigjen Daniel Pasaribu

Terakhir kursi Wakapolda Kalsel dari Kombes Ade Rahmat Suhendi akan diserahkan kepada Kombes Nasri.

Polri juga mengevaluasi posisi Kapolres Solok AKBP Susmelawati Rosya sebagai buntut aksi persekusi atau main hakim sendiri oleh sekelompok massa di daerahnya.

Perwira menengah itu dipindahtugaskan dari jabatannya karena dianggap tidak tegas dalam menghadapi massa yang menekan dokter RSUD Solok, Fiera Lovita.

“Benar yang bersangkutan dimutasi. Ini masih dalam kaitan perintah tegas Kapolri Jenderal Tito Karnavian jika ada aksi persekusi maka pelakunya harus ditindak. Kasatwil yang tidak cakap akan diganti,” kata Asisten SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto.

Pergantian ini berdasarkan salinan ST/1408/VI/2007 tertanggal 2 Juni yang ditandatangani Arief. Posisi Kapolres Solok kini dijabat oleh AKBP Dony Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kani II Subdit IV Dit Narkoba Bareskrim. (Red)

Photo Credit : Antara


Edo W.

close