Pesan Revolusi Mental Soni Untuk DKI Jakarta

Tanggal:



Jakarta, Telegraf – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono meminta birokrasi Pemprov DKI menggaungkan Mars Revolusi Mental. Lagu penyemangat ini rencananya akan dinyanyikan setelah proses menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di setiap acara formal Pemerintah Provinsi DKI.

“Setiap ada agenda formal, setelah lagu Indonesia Raya akan dilanjutkan dengan lagu Mars Revolusi Mental. Setuju?” kata Soni Sumarsono di Ruang Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Pria kelahiran Tulungagung tersebut ingin mengenalkan Mars Revolusi Mental kepada jajaran aparatur sipil negara Pemprov DKI. Pasalnya, lagu ciptaan Prof Ermaya Suradinata, Rektor IPDN itu sudah dinyanyikan dalam acara-acara resmi di daerah. Tapi kenapa pejabat dan pegawai Pemprov DKI Jakarta banyak yang justru belum mengenali lagu Revolusi Mental.

“Di seluruh daerah ini, biasanya sebuah lagu yang selalu dikumandangkan setelah Indonesia Raya yaitu mars Revolusi Mental. Ternyata di DKI, satu-satunya yang belum mengenal mars Revolusi Mental,” ungkap Sumarsono.

Sumarsono menceritakan satu peristiwa ketika Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa asing dengan mars Revolusi Mental. Hal ini terjadi ketika akan serah terima jabatan Gubernur DKI Jakarta di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ketika serah terima di Kemendagri, Pak Ahok tanya, ‘Pak Soni itu lagu apa?’ ‘Itu lagu mars Revolusi Mental’. ‘Liriknya bagus ya’. Lalu saya bilang, ‘nanti saya sosialisasikan di DKI’. Pak Ahok lalu jawab, ‘ya, ya, ya’,” cerita Sumarsono berdialog dengan Ahok.

Sumarsono yang lalu menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta pun menganggap jawaban “ya” dari Ahok sebagai persetujuan sosialisasi. Sebab, saat ini Sumarsono lah yang sedang menjabat sebagai orang nomor 1 di Pemprov DKI.

Baca Juga :   Via Medsos, Alumni GMNI Akan Perkuat Narasi Kebangsaan

Ia mengatakan, mars Revolusi Mental adalah kebijakan dari Presiden Joko Widodo. Di beberapa pemerintahan daerah, pemerintahan kota atau pemprov, mars ini sudah rutin diputar dalam kegiatan formal.

Sebagai upaya sosialisasi, Sumarsono yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri pun berencana membuat lomba antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurutnya, lirik lagu yang diciptakan oleh Prof. Dr. Drs. Emaya Surad memuat nilai positif.

“Lagu mars ini, yang sudah bisa bernyanyi, baru Badiklat Provinsi DKI Jakarta. Ini sudah dilatih oleh Badiklat Pusat. Dari pada sulit-sulit, saya akan sediakan kesempatan lomba antar SKPD lagu mars Revolusi Mental. Nanti jurinya asisten dan deputi,” ujar Sumarsono.

Nantinya, lanjut Sumarsono, akan diberikan penghargaan kepada SKPD yang menjadi pemenang lomba. Harapannya, lagu ini akan dihafal dan dipahami oleh para PNS Pemprov DKI Jakarta. (Red)

Photo credit : Telegraf/Koeshondo W.W.


Edo W.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...