Pertama di Indonesia, Bali Terapkan QRIS di Empat RS Milik Pemprov

"Karena pandemi Covid-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru termasuk beradaptasi pula terhadap kebiasaan baru dalam bertransaksi,"

Pertama di Indonesia, Bali Terapkan QRIS di Empat RS Milik Pemprov

Sebanyak empat rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali menerapkan transaksi digital melalui QRIS (QR Code Indonesian Standard). Hal ini disebut menjadi penerapan QRIS di RS pertama di Indonesia.

Adapun, penerapan teknologi tersebut sejalan dengan penerapan tatanan kehidupan Bali era kenormalan baru atau adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa penerapan QRIS di RS milik Pemprov Bali merupakan yang pertama di Indonesia.

Transaksi dengan QRIS juga dinilainya menguntungkan semua usaha, baik lembaga-lembaga, usaha milik daerah, maupun juga UMKM karena sistemnya transparan dan langsung masuk.

“Penerapan QRIS di RS milik pemerintah di Bali ini, saya rasa merupakan yang pertama di Indonesia. QRIS BPD Bali itu uangnya langsung masuk, kalau bank lain masih harus menunggu beberapa hari baru masuk uangnya,” ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (25/07/20).

Trisno pun mendorong BPD Bali untuk terus meningkatkan jumlah merchant menggunakan QRIS dalam transaksinya agar perekonomian Bali bisa kembali menggeliat.

Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma menyampaikan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali No.3355/2020 terdapat 14 sektor kegiatan dalam rangka penerapan new normal. Seluruh rumah sakit di bawah Pemprov Bali telah terintegrasi dalam sistem pembayaran non-tunai.

Dia mengatakan dengan penggunaan QRIS sebagai transaksi digital akan lebih akuntabel dan pengelolaan keuangan pemerintahan menjadi semakin lebih baik.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster berharap program QRIS cepat berjalan di Provinsi Bali. Menurut Koster saat acara “Penerapan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru Melalui Transaksi QRIS Pada Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali” yang berlangsung di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), saat ini bukan lagi menuju Bali Era Baru, tetapi sesungguhnya sudah memasuki Bali Era Baru.

Baca Juga :   Ganjar Siapkan Aturan Denda Bagi ASN Yang Langgar Protokol Kesehatan

“Karena pandemi Covid-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru termasuk beradaptasi pula terhadap kebiasaan baru dalam bertransaksi,” ucapnya.

Tatanan Kehidupan Bali Era Baru Melalui Transaksi QRIS kali ini diterapkan pada empat RS Pemerintah Provinsi Bali, yakni RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, RS Jiwa Provinsi Bali, dan RS Puri Raharja.

Dia sangat mendukung terhadap penerapan QRIS yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, sebagai lembaga keuangan perbankan milik pemerintah daerah yang berperan menjadi motor penggerak serta pembangunan perekonomian Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan bahwa Rumah Sakit Bali Mandara saat ini menjalankan pembayaran secara tunai dan non-tunai diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS).

Menurut dia, empat rumah sakit Pemprov Bali telah melaksanakan SIM RS dengan seluruh layanannya terintegrasi antara satu dengan lainnya. Mulai dari pendaftaran di poliklinik, radiologi, laboratorium, kamar operasi dan seterusnya, sehingga pembayaran atau transaksi dapat dilihat secara real time.


Photo Credit: Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktekkan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik QRIS “server based”, dompet elektronik dan mobile banking – ANTARA