Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Penolakan Megawati Tandai Wacana Tiga Periode “Game Over”
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Penolakan Megawati Tandai Wacana Tiga Periode “Game Over”

A. Chandra S. Jumat, 26 Maret 2021 | 16:26 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. FILE/Dok/PDIP
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. FILE/Dok/PDIP
Bagikan

Telegraf – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri akhirnya angkat bicara dan membela kadernya yang saat ini menjadi Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena dituding ingin mengamandemen UUD 1945 menyangkut masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Hal itu disampaikan Megawati saat menyaksikan peluncuran buku ‘Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam’, di kantor pusat partai di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (24/03/2021).

“Jokowi berkeinginan katanya tiga periode. Yang omong itu yang kepengen sebetulnya. Siapa tahu suatu saat dia bisa tiga periode,” katanya.

Megawati menganggap, tudingan tersebut tidak mendasar. Pasalnya kontitusi dan UU sudah membuat aturan main yang jelas. Dengan demikian, Presiden itu tak bisa begitu saja mengubah isi UUD 1945.

“Memang presiden bisa merubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak. Kan tidak, kalian saya minta itu supaya aktif. Seperti Hendy (Wali Kota Semarang, red). Kalau mau jadi wali kota, mau apa kamu? Mau cari kekayaan, kekuasaan, ketenaran? Berhenti lah. Paling dua periode selesai, tak ada lagi bisa lebih dari dua periode. Tugas kalian utama sebagai kader partai adalah memperjuangkan nasib rakyat,” tegasnya.

Disampaikan oleh direktur eksekutif Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo, mengatakan bahwa statemen dan keputusan Megawati itu bisa menjadi pamungkas untuk mengakhiri polemik wacana tiga periode jabatan presiden.

“Penolakan Megawati sebagai bandul kekuatan politik untuk saat ini menandai berakhirnya usulan tiga periode jabatan presiden. Ibarat permainan polemik tentang jabatan presiden tiga periode sudah “Game Over”, alias sudah tamat, setidaknya untuk babak pergulatan politik sementara ini. Pasalnya, tidak hanya Mega yang menolak, Presiden Jokowi dan mayoritas fraksi di MPR juga menolak usulan tersebut. Tingkat resistensi publik juga sangat besar menolak perubahan masa jabatan presiden tiga periode,” kata Karyono pada Telegraf, Jumat (26/03/2021).

Beleid dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang membatasi periode masa jabatan presiden hanya dua periode sudah dinilai ideal. Masuknya pasal tentang pembatasan masa jabatan presiden ini merupakan salah satu buah reformasi.

“Tujuannya agar tidak terjadi pemusatan kekuasaan yang menggiring pada sikap otoriter seperti yang terjadi di masa orde baru, pembatasan periode jabatan presiden dua periode bertujuan agar proses demokrasi dan regenerasi berjalan baik,” terangnya.

Kontestasi pilpres 2024 tidak ada petahana. Bisa jadi, akan terjadi persaingan yang cenderung ketat karena tidak ada petahana. Bursa capres-cawapres pun akan didominasi figur baru yang relatif lebih muda. Figur capres lama yang menonjol hanya tinggal Prabowo Subianto saja.

“Peluang Prabowo bisa diuntungkan karena sudah memiliki modal politik lebih besar jika Prabowo mampu mengelola investasi politik yang sudah dimiliki. Sementara, figur Jokowi akan masuk menjadi salah satu “King Maker” dalam pertarungan Pilpres mendatang. Pengaruh Jokowi masih cukup besar. Karenanya, konstelasi pilpres 2024 akan dipengaruhi juga oleh konfigurasi para “King Maker”, imbuh Karyono.

Melihat hal itu, bukan hanya faktor figur capres dan koalisi partai yang perlu diperhatikan tetapi koalis para “King Maker” sangat penting untuk diamati.

“Karena para king maker berpengaruh dalam memainkan peran di belakang layar, pertarungan sesungguhnya justru terjadi di tingkat “King Maker”, pungkasnya.


Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. FILE/Dok/PDIP

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Politika

PSI Buka Suara Terkait Peresmian Bandara di Morowali Oleh Jokowi

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?