Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pandemi Picu Lahirnya Hybrid Working, Apa Itu?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Pandemi Picu Lahirnya Hybrid Working, Apa Itu?

Hanna Iffah Sabtu, 29 Agustus 2020 | 17:11 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Ilustrasi Hybrid Working. SHUTTERSTOCK
Bagikan

Perusahaan komunikasi global Plantronics, Inc. (“Poly” dahulu Plantronics dan Polycom) merilis laporan baru yang menyorot pergeseran dari “tempat” ke “tujuan” bekerja. Hal ini terjadi saat perusahaan merespon krisis Covid-19, mendesain ulang operasi, dan menciptakan ulang cara mereka bekerja. ­Co-working space di luar kota, ruang kerja di rumah yang ergonomis, dan percakapan informal virtual antar kolega. Efek dari semua ini menciptakan era baru hybrid working.

Menurut Pierre-Jean Châlon, Senior Vice President, Asia Pacific, Poly, pandemi yang sedang berlangsung saat ini telah mengubah cara perusahaan beroperasi, di mana perusahaan dipaksa untuk beradaptasi, atau berisiko tertinggal.

“Kita telah melihat fase pertama perusahaan bertransisi mengadopsi Remote Working, dan kita sekarang menyaksikan pergeseran ke arah cara kerja baru Hybrid Working. Perusahaan yang bertahan dalam ‘next normal’ ini adalah yang memprioritaskan koneksi dan kolaborasi antar manusia pada saat mereka mendesain ulang praktik, ruang, dan budaya kerja untuk karyawan mereka,” kata Pierre

Praktik kerja setelah lockdown

Lebih jauh laporan tersebut menyebutkan Hybrid working akan memperkenalkan tiga hal. Pola kerja baru – kebijakan kerja baru yang memberikan fleksibilitas kapan dan di mana karyawan bekerja.Pekerjaan berbasis hasil – menghilangkan beban waktu dan lokasi, menjadi produktif dan memberikan hasil. Investasi optimal – melampaui kantor perusahaan untuk menciptakan ruang kerja personal yang kolaboratif dan didukung oleh teknologi di mana saja

Tom Cheesewright, futurolog terapan dan kontributor laporan Poly, menegaskan, sebelum pandemi pun cara bekerja sudah berubah karena bisnis sudah berubah. Saat ini, hanya sedikit perusahaan yang mengklaim teknologi menjadi penghalang untuk mengubah praktik, tetapi lockdown telah menyorot kebutuhan investasi di komponen budaya dan perilaku kerja yang fleksibel.

“Masa depan adalah lingkungan kerja fleksibel yang memenuhi kebutuhan semua karyawan, memberi mereka pengalaman kerja yang memuaskan dan sebagai gantinya memungkinkan mereka untuk memaksimalkan nilai yang mereka kembalikan ke perusahaan.”

Ruang hybrid working

Dalam laporan, Sarah Susanka, arsitek dan pendiri Susanka Studios, juga menjelaskan mengapa menciptakan lingkungan terbaik supaya karyawan produktif dan kolaboratif menjadi penting untuk era baru hybrid working. Laporan Poly menetapkan tren global untuk ruang hybrid working yang akan muncul tahun 2020 dan seterusnya:

Ruang kerja di rumah akan mendapat perhatian sama banyak dengan dapur – diatur secara ergonomis dan didesain menjadi tempat yang menginspirasi
Co-working menjadi sesuatu yang umum– perusahaan akan berinvestasi di ­co-working spacedi luar kota untuk menarik bakat. Kolaborasi kelompok dan koneksi sosial dengan kolega akan mengarah kepada pertukaran ide dan inovasi
Lanskap kota akan berubah – Apakah kita akan terus melihat gedung perkantoran tinggi? Kota sebagai struktur akan tetap sama karena kota akan terintegrasi ke kehidupan manusia, restoran adalah perluasan dari dapur dan gym sebagai ruang olahraga.

Mengelola perubahan budaya

Megan Reitz, profesor kepemimpinan dan dialog di Hult Ashridge Business School di CITY, percaya bahwa perusahaan perlu ‘menghubungkan’ kebiasaan mendasar ke dalam budaya tim mereka untuk menyatukan tim hybrid working dan memastikan karyawan dapat menyuarakan pikiran mereka. Supaya tim cepat beradaptasi, inovatif, etis, dan penuh empati. Menurut laporan Poly budaya kerja harus:

Inklusif – anggota tim yang beragam lebih baik, tetapi Anda harus bisa memanfaatkan dan menghargai perbedaan.
Bertanya – manajemen ‘satu ukuran’ tidak cocok untuk semua. Karyawan akan merespon hybrid working secara berbeda dan manajer harus mempelajari keterampilan untuk bertanya, ingin tahu, dan mengajukan pertanyaan.
Didorong oleh tujuan – kita melihat perluasan tujuan dan fokus pada dampak ini akan berfungsi sebagai kompas pada saat perubahan terjadi dan menciptakan ruang kerja yang lebih bermakna.


Photo Credit: Ilustrasi Hybrid Working. SHUTTERSTOCK

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU
Waktu Baca 2 Menit
Prabowo Minta Penanganan Pengiriman Bantuan Bencana di Sumbar Dipercepat
Waktu Baca 2 Menit
Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro
Waktu Baca 3 Menit
Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Aceh Tengah Minta Percepatan Bantuan
Waktu Baca 5 Menit
CEO Danantara Komentari Rencana Merger Antara GoTo-Grab
Waktu Baca 2 Menit

Trump Akan Hentikan Secara Permanen Migrasi Dari Negara-Negara Miskin ke AS

Waktu Baca 5 Menit

PBNU Diminta Mempercepat Muktamar Untuk Selesaikan Konflik

Waktu Baca 4 Menit

Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran

Waktu Baca 3 Menit

Relawan Ini Resmi Deklarasikan Dukungan Untuk Sufmi Dasco Sebagai Cawapres Prabowo

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Technology

Usai Ledakan SMAN 72, Akses Game Online Akan Dibatasi Oleh Pemerintah?

Waktu Baca 5 Menit
Laptop Pertama Polytron
Technology

Polytron Umumkan Peluncuran Laptop Perdana 5 Agustus 2025

Waktu Baca 2 Menit
HONOR 400 Series hadirkan fitur storytelling berbasis AI yang revolusioner, segera meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2025.
Technology

HONOR 400 Series Siap Hadir di Indonesia, Buka Era Storytelling AI yang Lebih Personal

Waktu Baca 6 Menit
Ant International
Technology

Ant International Rilis Laporan Keberlanjutan, Dorong Inklusi UMKM dan Globalisasi Baru

Waktu Baca 4 Menit
HONOR Kembangkan Jaringan Service Center Resmi demi Kepuasan Pelanggan dan Rasa Aman Teknologi
Technology

HONOR Kembangkan Jaringan Service Center Resmi demi Kepuasan Pelanggan dan Rasa Aman Teknologi

Waktu Baca 4 Menit
Foto : (Ki-Ka: Michael Takeuchi, Wakabid IIX dan Data Center - APJII / Firdhyan Adi Lesmana, Kabid IIX dan Data Center - APJII / M. Arif Angga, Ketua Umum - APJII, Stephanus Oscar, CEO - EDGE DC / Agus Ariyanto, SVP Operations - Indonet / Raphael Ho, Head of Interconnection - Digital Edge)
Technology

EDGE DC dan APJII Resmikan Indonesia Internet Exchange (IIX) di EDGE2 Jakarta

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Clarus-IT Raih Status Platinum Partner dari Dell Technologies

Waktu Baca 2 Menit
HUAWEI Mate X6
Technology

HUAWEI Mate X6 Resmi Meluncur di Indonesia, Inovasi Foldable dengan Ketahanan Premium

Waktu Baca 7 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?