Pandemi Gerus Ekonomi Global Hingga 8,8 Triliun Dolar AS

Oleh : Hanna Iffah
Photo Credit: Grafik pasar saham terlihat selama pandemi Covid-19 di New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street di New York City. AFP/Getty Images/Johannes Eisele


Telegraf – Pertemuan Indonesia dengan negara G-20 dibahas oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) Edisi September 2020 pada Selasa, (22/09/2020).

Pertemuan gabungan antara Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan atau Joint Finance and Health Ministers negara anggota G-20 ini membahas fokus mengenai Covid-19 yang menjadi persoalan global yang menghilangkan ekonomi dunia sebesar 8,8 triliun dolar AS atau 9,7%. Indonesia telah terkontraksi 5,4%, sedangkan negara lain kontraksinya lebih dalam.

“Ekonomi global yang telah tergerus Covid mencapai 8,8 triliun dolar AS. Untuk menyelesaikan, tidak mungkin ada negara yang dibiarkan karena ini adalah pandemi. Kalau ada negara yang tidak siap atau tidak bisa menangani, dia akan menjadi titik lemah bagi penanganan Covid seluruh dunia. Oleh karena itu, kita mengharapkan kerjasama regional dan global,” katanya.

WHO mengestimasi bahwa pendanaan sebesar 914 miliar dolar AS diperlukan untuk mengatasi kesenjangan negara-negara yang belum memiliki kesiapan menangani Covid hingga 5 tahun ke depan.

“Termasuk bagaimana vaksin Covid-19 akan ditemukan, bagaimana negara-negara mendapatkannya, terutama negara miskin yang tidak memiliki dana dan lembaga riset dan bagaimana distribusinya,” ungkapnya.


Photo Credit: Grafik pasar saham terlihat selama pandemi Covid-19 di New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street di New York City. AFP/Getty Images/Johannes Eisele

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close