Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pada 2050 Jakarta Diprediksikan Tenggelam, Ini Daerah Yang Bakal Parah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Pada 2050 Jakarta Diprediksikan Tenggelam, Ini Daerah Yang Bakal Parah

Edo W. Kamis, 7 Oktober 2021 | 03:09 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Salah satu kawasan di pesisir Utara Jakarta yang sudah tenggelam karena air laut yang naik ke permukaan. FILE/IST. PHOTO
Photo Credit: Salah satu kawasan di pesisir Utara Jakarta yang sudah tenggelam karena air laut yang naik ke permukaan. FILE/IST. PHOTO
Bagikan

Telegraf – Badan riset bidang meteorologi pada organisasi riset penerbangan dan antariksa BRIN membeberkan beberapa wilayah di DKI Jakarta yang bakal tenggelam pada tahun 2050 mendatang.

Sampai 2050, wilayah daratan yang berkurang akibat air laut masuk Jakarta terjadi di Tanjung Priuk, Sunter, Kemayoran, Ancol, Kota, Pluit, Penjaringan, Kapuk, serta Tol Bandara.

“Pada 2050 kenaikan paras muka laut akan membanjiri daerah Jakarta seluas lebih kurang 160,4 km persegi,” kata Eddy dalam daring webinar Lectur Series Majelis Profesor Riset (MPR)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rabu (06/10/2021).

Eddy menggambarkan pada 2010 air laut yang menggenangi Jakarta menyentuh dua daerah yakni Cilincing dan Tanjung Priuk, kemudian pada 2015 bertambah dua daerah lagi yaitu Koja dan Pademangan, lalu di 2025 bertambah satu daerah yaitu Penjaringan.

Lebih lanjut, menurutnya air laut yang masuk ke DKI Jakarta belum menyentuh Kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 2050 mendatang.

Menurutnya, hal itu tergambar di dalam proyeksi masuknya air laut ke Jakarta 2005-2050.

“Sampai 2050 itu memang belum menyentuh Kawasan Monas, tidak terlalu seperti yang digambarkan sebelumnya,” jelasnya.

Eddy memaparkan, berdasarkan proyeksi masuknya air laut ke Jakarta 2005-2050 tergambar bahwa air laut masuk ke Jakarta dengan mengurangi jumlah wilayah daratan beberapa daerah atau kawasan di Jakarta Utara.

Dua hal penyebab genangan adalah adanya penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut yang mempercepat proses sejumlah daerah di Jakarta dan kawasan Pantai Utara (Pantura) tenggelam, menurut hasil pengamatannya.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Bila dua faktor itu bergabung menjadi satu dan berlangsung dalam waktu yang bersamaan dan secara konsisten, menurutnya, maka akan memberikan dampak yang sangat serius untuk kawasan-kawasan kota yang terletak di kawasan pesisir atau di pantai.

“Jika proyeksi hanya difokuskan pada akibat perubahan iklim semata, maka dampak yang dihasilkannya tidak terlalu berat. Hal serupa juga ditemukan jika proyeksi difokuskan hanya ke land subsidence semata, maka analisisnya tidak bisa digunakan untuk skala global atau regional,” paparnya.


Photo Credit: Salah satu kawasan di pesisir Utara Jakarta yang sudah tenggelam karena air laut yang naik ke permukaan. FILE/IST. PHOTO

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?